•  
  •  
 

Keywords

pelaksanaan standar proses; pendidikan

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bertujuan untuk mengungkapkan tingkat keefektivan pelaksanaan standar proses pendidikan. Model evaluasi yang digunakan adalah discrepancy evaluation model, Provus. Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SMP Negeri Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis kuantitatif yang dilakukan, diketahui implementasi standar proses pada aspek perencanan pembelajaran, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan termasuk dalam kategori sangat efektif. Lebih lanjut diketahui bahwa implementasi standar di sekolah didukung oleh lingkungan kelas yang kondusif, peserta didik kooperatif, dan peran kepala sekolah. Inovasi media pembelajaran, proses memotivasi peserta didik, perolehan informasi baru tentang materi tambahan, dan pengidentifikasian kemampuan peserta didik merupakan faktor yang menghambat pelaksanaan standar proses.

Kata kunci: pelaksanaan standar proses, pendidikan

AN EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF EDUCATION PROCESS STANDARD ON JUNIOR HIGH SCHOOL IN SLEMAN REGENCY

Abstract

This study is an evaluation research which is aimed at revealing the effectiveness level of the implementation of educational process standard. The evaluation model used in this research was discrepancy evaluation model, Provus. The samples of the research were the principals and teachers in state junior high schools in Sleman Regency. The data were collected using questionnaires, interviews, and documentation. Based on the quantitative analysis which had been conducted, the implementation of process standard on the aspects of planning, implementing, assessing, and supervising the learning process is considered to be very effective. Further, it is also revealed that the implementation of standard at school is supported by the conducive class environment, cooperative students, and the principal's role. Learning media innovation, the process in motivating the learners, the acquisition of new information on additional material, and the identification process of the learners' ability are considered as the inhibiting factors of the implementation of the process standard. Keywords: implementation of process standard, education

First Page

61

Last Page

69

Issue

1

Volume

22

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v22i1.19018

References

Lestarini, A. H. (2014). Rangking mutu pendidikan RI di dunia paling jeblok. Okezone News. Retrieved from https://news.okezone.com/read/2014/05/13/373/984246/rangking-mutu-pendidikan-ri-di-dunia-paling-jeblok

Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah (2007).

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan (2007).

Prasojo, L. D., & Sudiyono. (2011). Supervisi pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.

Provus, M. (1969). The discrepancy evaluation modelan approach to local program improvement and development. Pensylvania: PittsburgPublic School.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Usman, H. (2014). Manajeman: teori, praktik, dan riset pendidikan (4th ed.). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Share

COinS