•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian bertujuan menghasilkan: (1) model pembelajaran Model Kwu-Kop yang dapat menumbuhkan keterampilan kewirausahaan siswa SMK; (2) perangkat pembelajaran Model KwuKop yang dapat dipergunakan di SMK; (3) model pembelajaran kewirausahaan yang memenuhi kriteria valid dan efektif; dan (4) model pembelajaran yang dapat dilaksanakan dan berfungsi dengan baik untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan siswa SMK. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tahap pengembangan terdiri empat tahap yaitu: (1) investigasi ; (2) perancangan; (3 realisasi; dan (4) evaluasi. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli pendidikan. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali, yaitu: (1) pra-ujicoba terbatas, dan (2) setelah ujicoba terbatas. Tingkat kesepakatan antar penilai dianalisis dengan statistik Coeffisient Cohen"Ÿs Kappa dan Percentage of Agreement. Hasil penelitian adalah: (1) pengembangkan Model Kwu-Kop terbagi dalam dua kegiatan, yaitu: (a) pra-pengembangan, meliputi tahap investigasi, tahap perancangan, tahap realisasi; dan (b) pengembangan, meliputi tahap evaluasi; (2) perangkat model yang dihasilkan adalah buku panduan Model Kwu-Kop lengkap dengan perangkat pembelajaran (RPP, modul, job sheet dan alat evaluasi); (3) model yang dihasilkan memenuhi kriteria valid dan efektif; dan (4) Model Kwu-Kop dapat dilaksanakan dan berfungsi dengan baik untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan siswa SMK.

A SCHOOL COOPERATIVE-BASED ENTREPRENEURSHIP LEARNING MODEL IN THE VOCATIONAL HIGH SCHOOL OF BUSINESS AND MANAGEMENT GROUP

Abstract

The objectives of this study are to develop: (1) the school cooperative-based entrepreneurship learning model (SC-ELM) that can build entrepreneurial skills among students in vocational high school (SMK); (2) a set of SC-ELM that can be used in SMK; (3) SC-ELM that can meet validity and effectiveness criteria; and (4) SC-ELM that can be applied and serve well to build the entrepreneurial attitudes and skills of SMK students. This study used the "žR & D"Ÿ method. The development consisted of four steps, i.e.: (1) investigation; (2) designing; (3) realization; and (4) evaluation. The resultant products were validated by the experts in both learning material and education. Assessment was done twice: (1) limited pre-test and (2) post-test. To measure the level of inter-rater consensus by the experts, an analysis was done by using the statistic tests for the Coefficient Cohen"Ÿs Kappa and the Percentage of Agreement. The results of the study are as follows. (1) The development of SC-ELM is divided into two types of activity, i.e. (a) predevelopment step, including investigation, designing, and realization; and (b) development, including evaluation. (2) The developed model consists of the manual of SC-ELM and a set of lesson plans (RPP, module, job sheet, and evaluation instrument). (3) The resultant model meets the validity and effectiveness criteria. (4) SC-ELM can be applied and serve well to build the entrepreneurial attitudes and skills of SMK students

Page Range

53-67

Issue

1

Volume

3

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jpv.v3i1.1577

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/view/1577

References

Arif S. Sadiman., R. Raharjo., & Anung Haryono. (2007). Media pendidikan : Pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Arifin Chaniago. (1982). Perkoperasian Indonesia. Bandung: Angkasa.

Atwi Suparman. (2001). Desain instruksional. Jakarta: Proyek Pengembangan Univer- sitas Terbuka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Azhar Arsyad. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Badan Pusat Statistik. (2009). Perkembangan beberapa indikator utama sosial-ekonomi Indonesia pada bulan Maret 2009. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Boediono. (3-Desember-2012). Wirausahawan Indonesia cuma 1,56 persen. Tabengan hal. 9 kol. 1.

Borg, W.R., & Gall, M.D. (2003). Educational research, An introduction (5th ed.). New York: Logman.

Bruce, J., & Weil, M. (1985). Models of teaching. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall.

Buchori Alma. (2005). Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Depdiknas. (2003). Undang-undang RI Nomor 20, tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. (2004). Pola pengembangan pembinaan penyelenggaraan program kewirausahaan Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2004. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2010). Rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional tahun 2010-2914: Menuju pembangunan pendidikan nasional jangka panjang 2025. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Dimyati., & Mudjiono. (2002). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Greinert, W.D. (2009). Basic type of vocational qualification. Tubingen: Institute of Scientific Cooperation (Ed).

Hendrojogi. (1999). Koperasi, asas-asas teori dan praktek. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Heru Kristanto. (2009). Kewirausahaan: Enterpreneurship pendekatan manajemen dan praktis. Jogyakarta: Graha Ilmu.

Hisrich, D.R., & Peter, P.M. (1989). Entrepreneurship. Fifth Edition, North America: Mc Graw-Hill.

Irmawita. (2003). Analisa pengembangan wirausaha melalui pendidikan kewirausahaan pada industri kecil di Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Ilmiah. VISI Nomor 14/THXI/2003, 45-47.

Kartasapoetra., Bambang., & Setiady. (2007). Koperasi Indonesia buku acuan untuk siswa SMK. Jakarta: Kerjasama Rineka Cipta dan Bina Adiaksara.

Klein, S.B. (2002). Learning principle and applications. USA: Mississippi State University.

Kuratko., Donald., & Hodgetts, R. (2004). Enterpreneurship: Theory, process and practice (6th ed.). Canada: Thomson South-Western.

Lambing., Paggy, A., & Kuehl. (2000). Entrepreneurship. New Jersey: Prentice Hall Inc.

Longenecker, J.G. (2001). Kewirausahaan manajemen usaha kecil. Jakarta: Salemba Empat.

Maskur Wiratmo. (1996). Pengantar kewirausahaan, kerangka dasar memasuki dunia bisnis. Yogyakarta: BPFE.

Nitko, A.J., & Brookhart, S.M. (2007). Educational assessment of students. New Jersey: Pearson Merrill Prentice hall.

Reuter, E. B. (2006). The social attitude. The University of Lowa. Diambil pada 21 Agustus 2006. http://spartan.ac.broc- ku.ca/”reuter/reuter-1923.html.

Riduwan. (2009). Pengantar statistik sosial. Bandung: Alfabeta.

Smaldino, S.I., Lowther, D.S., & Russell, J.D. (2008). Instructional technology and media for learning (9th, ed.). New Jersey: Peerson.

Suryana. (2003). Kewirausahaan: Pedoman praktis, kiat dan proses menuju sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Surya Dharma. (2009). Kewirausahaan sekolah berbasis kreativitas dan inovasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Volume. 15. Edisi Khusus I, 2009, 102-121.

Syaiful Sagala. (2010). Konsep dan makna pembelajaran: Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar. Bandung: Alfabeta.

Thorndike., Edwar, L., & Elizabeth, H. (1965). Measuremant and evaluation in psychology and education. New York: John Wiley.

Undang-undang. (1992). UU Nomor. 25 Tahun 1992. Tentang perkoperasian.

Wardiman Djojonegoro. (1998). Pengembangan sumber daya manusia melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jakarta: PT Jayakarta Agung Offset.

Zimmerer, T. W., Scarborough, N.M., & Wilson, D. (2008). Essentials of entrepreneurship and small business management (4th ed.). New Jersey: Pearson Education, Inc.

Zimmerer, T.W., & Scarborough, N.M. (2005). Entrepreneurship and the new ventureformation. New Jersey: Prentice Hall International.

Share

COinS