•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan metode penyetaraan tes dengan teori respons butir yang paling akurat. Sebelum dilakukan pengujian keakuratan metode penyetaraan tes, terlebih dahulu dilakukan: 1) Pemeriksaan setara atau tidaknya perangkat tes, 2) Penemuan persamaan konversi antarpaket soal yang tidak setara dan 3) Estimasi parameter butir. Penentuan metode penyetaraan tes yang akurat didasarkan pada besarnya kesalahan standar penyetaraan (SEE); yang paling akurat adalah metode penyetaraan tes yang mempunyai SEE paling kecil.

Dalam penelitian ini, terdapat dua macam objek penelitian yaitu paket soal dan jawaban peserta EBTANAS. Soal EBTANAS terdiri dari 3 paket soal utama, 1 paket soal susulan, dan 1 paket soal cadangan. Peserta EBTANAS SLTP di Jawa Tengah Tahun Ajaran 1998/1999 terdiri dari 370.187 siswa. Teknik Purposive Sampling digunakan untuk menentukan sampel paket soal, yaitu ketiga paket soal utama terpilih sebagai sampel penelitian. Teknik Cluster Stratified Systematic Random Sampling digunakan untuk menentukan sampel jawaban peserta EBTANAS. Jawaban peserta sebanyak 8.251, terpilih sebagai sampel penelitian. Paket soal EBTANAS SLTP bidang studi Matematika dan data jawaban peserta tes, diperoleh melalui pengambilan data dokumentasi. Keparalelan tes diuji dengan analisis varians, uji Scheffe, dan uji Levene. Penyetaraan tes dilakukan dengan metode: Rerata dan Sigma, Rerata dan Sigma Tegar, dan Kurva Karakteristik. Estimasi parameter butir dilakukan dengan analisis program Bilog.

Hasil analisis menunjukkan, pasangan paket soal utama-1 dan 2 serta pasangan paket soal utama-1 dan 3 tidak paralel, sehingga diperlukan proses penyetaraan. Pasangan paket soal utama-2 dan paket soal utama-3 bersifat paralel. Oleh karena itu tidak diperlukan proses penyetaraan. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X2 - 1,19495 X] + 0,25766; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X2 = 0,71710 Xi - 0,00081, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik, X2 = 1,05199 Xt + 0,03012. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X3 = 1,49581 Xj + 0,42366; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X3 = 0,60018 X] - 0,00157, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik diperoleh persamaan konversi X3 = 1,05391 Xt + 0,03232. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE - 0,030574, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, SEE = 0,04933, dan dengan metode Kurva Karakteristik, SEE8 0,032968. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE = 0,045906, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar SEE= 0,106431, dan dengan metode Kurva Karakteristik SEE -0,05585. Hasil tersebut menunjukkan, metode Rerata dan Sigma merupakan metode paling akurat, diikuti metode Kurva Karakteristik, dan metode Rerata dan Sigma Tegar.

First Page

1

Last Page

18

Issue

3

Volume

2

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v2i3.2083

Share

COinS