Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan


High-Stake Testing; Low-Stake Testing; National Exam; English; tes beresiko tinggi; tes beresiko rendah; ujian nasional; bahasa inggris

Document Type



The change of the status of the National Exam (NE) from high-stakes testing to low-stakes testing inspired the researchers to explore its effects on the teaching and learning of English. This qualitative exploratory study tried to investigate how English teachers taught their students to prepare NE at senior high schools in two different functions by involving six English teachers from three schools varying in the quality in terms of the schools' demography, academic achievement, and facilities. The study was also strengthened by a set of secondary data from the results of the NE in 2015. The result of study involving the six teachers shows that the higher the quality of the schools the less they are affected by the change of the functions of the NE. The result of the analysis involving the secondary data shows that in spite of the change of its function, the NE tends to remain a high-stakes testing.

Keywords: High-Stake Testing, Low-Stake Testing, National Exam, English



Perubahan fungsi Ujian Nasional (UN) dari "high-stakes testing" menjadi "low-stakes testing" mendorong penulis untuk melakukan penelitian eksploratif terhadap persamaan dan perbedaan UN dalam fungsinya yang berbeda dengan mengkaji dampaknya pada proses belajar-mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Penulis mengkaji bagaimana para guru mengajar Bahasa Inggris dalam mempersiapkan para siswa menghadapi UN sebelum dan setelah ada perubahan kebijakan. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan dengan mewawancarai enam guru bahasa Inggris dari tiga sekolah yang mutunya berbeda-beda. Wawancara terhadap para guru dilakukan menjelang pelaksanaan UN 2015. Penelitian ini dilengkapi dengan data sekunder berupa hasil UN 2015 yang memperkuat temuan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah yang mutunya lebih rendah cenderung lebih banyak terpengaruh oleh perubahan status UN daripada sekolah yang mutunya lebih tinggi dalam hal mempersiapkan para siswanya menghadapi UN. Hasil analisis data sekunder, rendahnya aspek kejujuran dalam UN, menunjukkan UN masih dianggap sebagai "high-stakes testing".

Kata kunci: tes beresiko tinggi, tes beresiko rendah, ujian nasional, bahasa inggris

First Page


Last Page






Digital Object Identifier (DOI)



Alderson, C. J., & Wall, D. (1993). Does washback exist? Applied Linguistics, 14(2), 115-129.

Au, W. (2007). High-Stakes Testing and Curricular Control: A Qualitative Meta-synthesis. Educational Researcher, 36(5), 258-267.

Brown, D. H. (2004). Language assessment principles and classroom practices. Longman: Pearson Education.

Furaidah. (2013). The Teaching of English Preparing Students for High-stake National Exam in Indonesia and Its Implication to... −Ali Saukah, Agus Eko Cahyono Examination: a Washback Study. Unpublished Dissertation. Malang: The Graduate Program of Universitas Negeri Malang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015a). Hasil Ujian Nasional SMP Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015b). Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional 2015. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mardapi, D., Wahab R., Wagiran B.K., Suharyanto, Murdiyanto, & Nuchron. (2004). Dampak Ujian Akhir Nasional. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Mardiani, Ridha. (2012). Positive Washback Effect of the English National Examination (ENE) on Students’ Learning. Proceedings of the 59th TEFLIN International Conference, pp. 362-370.

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Volante, L. (2004). Teaching to the test: what every educator and policy-maker should know. Canadian Journal of Educational Administration and Policy, No. 35. Retrieved from http://www.umanitoba.ca/publications/cjeap/articles/volante.html.