•  
  •  
 

Keywords

diagnostic tests, science subject, dimensions of knowledge

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes diagnostik pada materi mata pelajaran IPA SMP. Tahapan penelitian meliputi penyusunan tes dan penentuan penggunaan acuan kriteria atau norma, serta analisis validitas dan reliabilitas. Penyusunan tes me-liputi (1) penentuan tujuan; (2) penyusunan kisi-kisi; (3) penulisan butir soal; (4) telaah soal diikuti revisi; (5) uji coba soal; (6) analisis dan interpretasi; (7) perakitan soal; (8) implementasi/uji coba. Ber-dasarkan kriteria validitas isi dan konstruk diperolah 29 butir soal yang baik, dengan indeks reliabilitas sebesar 0,814. Distribusi capaian hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 14,67% siswa mendapat skor penguasaan di atas 65%, dan 85,33% siswa mem-peroleh skor penguasaan di bawah 65%. Lebih rinci capaian hasil belajar pada dimensi pengetahuan faktual 53,87%; konseptual 51,40%; prosedural 49,87%; metakognitif 49,80%; dengan rata-rata 51,23%. Jika acuan batas pencapaian 65% maka penguasaan siswa masih berada di bawah batas pencapaian minimal dan mengalami kesulitan belajar.

Kata kunci: tes diagnostik, IPA SMP, dimensi pengetahuan

______________________________________________________________

DEVELOPING DIAGNOSTIC TESTS FOR THE NATURAL SCIENCE SUBJECT IN JUNIOR HIGH SCHOOL

Abstract This study aims to develop a diagnostic test on the natural science subject in junior high school. The stages of the study include the preparation of the test and the determination of the use of reference criteria or norms, as well as the validity and reliability analysis. Preparation of the test includes: (1) setting goals, (2) the preparing the blue print test, (3) writing about the items, (4) analyzing and revising the test (5) trying out the test, (6) analyzing and interpreting the test, (7) assembling the problem, (8) imple-menting or testing. Based on the criteria of content and constructs validity 29 items were obtained, with a reliability index of 0.814. Distribution achievement of learning outcomes shows that 14.67% of students got mastery over 65%, and 85.33% of students got mastery below 65%. In more details, the learners' achievement of factual knowledge was: 53.87%; conceptual: 51.40%; procedural: 49.87%; metacognitive: 49.80%, with average: 51.23%. If the passing grade for achievement is 65%; then students' mastery is still below the minimum achievement and they have learning difficulties.

Keywords: diagnostic tests, science subject, dimensions of knowledge

First Page

19

Last Page

36

Issue

1

Volume

17

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v17i1.1359

References

Arikunto, Suharsimi. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.

Jakarta.

BSNP. (2010). Laporan Hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2009/2010 SMP/ MTs. Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pe-ngembangan Kementerian Pendidikan.

BSNP. (2012). Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Luar Biasa, sekolah Mene- ngah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun 2011/2012. Mendikdasmen. Jakarta Selatan.

Chakim, Aziz. (2005). Penyusunan Tes Diagnostik Sains (Fisika) Pokok Bahasan Tekanan Untuk Siswa SMP Kelas I Semester II Se-Kota Semarang Tahun Pelajaran 2003/2004. Semarang.

Depdiknas. (2007). Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Mata Pelajaran IPA SMP/MTs/1. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.

Depdiknas. (2010a). Buku Saku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin.

Depdiknas. (2010b). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Pusat Kuriku-lum, Balitbang. Jakarta Pusat.

Gronlund, Norman E & Robert L.Linn. 1990. Measurement and Evaluation in Teaching. 6th Edition. University of Illinonis, University of Coro-rado. New York.

Ghozali, Imam. (2007). Aplikasi multivariate dengan program SPSS. Badan Pener- bit Universitas Diponegoro. Semarang.

Kemendiknas. (2010). Renstra Depdiknas 2010-2011. Pusat Kurikulum, Balit- bang. Jakarta Pusat.

Mukhan, Suhadi. (2011). Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Mata Pelajaran IPA (Sains) di SMP.Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jende- ral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.

Mulyadi. (2008). Diagnostik Kesulitan Belajar dan Bimbingan terhadap Kesu- litan Belajar Khusus. Nuha Litera. Malang.

Purwati, Ani. (2008). Tes Diagnostik dan Remedial Teaching untuk Mening- katkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Jakarta Timur. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan.Vol I (1): 77

Saidah, Khois Nafiatus & Rinaningsih. (2012). The Development of diagnostic Test Used PHP-Mysql in Subject Reaction Rate for Senior High School 11th Grade. Unesa Journal of Chemical Education. Vol I (1):145-153

Styosari, Punaji. (2012). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Kencana Prenada Media Group. Rawamangun Jakarta.

Wahidmurni, Mustikawan, A., & Ridho, A. (2010). Evaluasi Pembelajaran Kompe- tensi dan Praktik. Nuha Litera. Malang.

Wibowo, Sudirgo. (1977). Penyusunan Test Kemampuan Diferensiil Sebagai Test untuk Seleksi Calon Mahasiswa. Gadjah Mada University Press. Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.

Wright, R.J. (2008). Educational Assessment, Tests and Measurements in the Age of Accountability. Sage Publications. Los Angeles, London, New Delhi, Singapore.

Share

COinS