•  
  •  
 

Authors

Suwarto Suwarto

Keywords

tes terkomputerisasi

Document Type

Article

Abstract

Abstrak

Penelitian bertujuan mengembangkan tes diagnostik dua tingkat (the two-tier diagnostic test) pada bidang biologi dan mengembangkan program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Tes disusun melalui tiga fase, yaitu (1) defining the content boundaries; (2) identifying students' misconceptions; dan (3) developing instrument. Pengembangan program komputer terkait dengan soal, siswa, tabel kerja, SQL (Structured Query Language), ketuntasan, dan grade. Tes diagnostik yang dikembangkan ada 3, yaitu tes A, tes B, dan tes C. Responden untuk tes A dan tes B ada 130 siswa dan untuk tes C ada 128 siswa. Analisis statistik dilakukan dengan program iteman versi 3,00. Program komputer yang dikembangkan diujicobakan di SMAN 1 Tawangsari dan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Hasil penelitian adalah Tes A terdiri atas 73 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,031-0,962, rentang daya beda butir 0,013-1,000 dan reliabilitas 0,871; Tes B terdiri atas 39 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,038-0,762, rentang daya beda butir 0,009-0,918 dan reliabilitas 0,768; dan Tes C terdiri atas 79 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,102-0,938, daya beda butir 0,029-1,000 dan reliabilitas 0,894. Program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar telah berfungsi dengan baik. Kata kunci: tes terkomputerisasi

First Page

206

Last Page

224

Issue

2

Volume

14

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v14i2.1079

References

Bahrul Hayat. (2006). Classroom assessment. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional. Diambil pada tanggal 11 April 2007, dari:http://www.duniaguru.com/index.php?option=com_content&task=view&id=104&Itemid=28

Brueckner, L. J., & Melby, E. O. (1981). Diagnostic and remedial teaching. Boston: Houghton Mifflin Company.

Djamarah, S., B. (2002). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Haslam, F. & Treagust, D., F. (1987). Diagnosing secondary students’ misconceptions of photosynthesis and respiration in plants using a two-tier multiple choice instrument. Journal of Biological Education, 21(3), 203-211.

Jahya Umar. (1999). Item Banking. Dalam Advances in Measurement in Educational Research and Assessment. Geofferey N. Masters & John P. Keeves. Amsterdam: Pergamon (hal. 207-219).

Lin, S., W. (2004). Development and application of a two-tier diagnostic test for high school students’ understanding of flowering plant growth and development. [Versi elektronik]. International Journal of Science and Mathematics Education, Volume 2, Number 2, June 2004, pp. 175-199(25). Diambil pada tanggal 30 Agustus 2006, dari: http://www.ingentaconnect.com/content/klu/ijma/2004/00000002/00000002/00006484

Linacre, J., M. (1999). Individualized Testing in the Classroom. Dalam Advances in Measurement in Educational Research and Assessment . Geofferey N. Masters & John P. Keeves. Amsterdam: Pergamon (hal. 186-194).

Mehrens, W., A., & Lehmann, I., J. (1973). Measurement and evaluation in education and psychology. New York: Holt, Rinehart and Winston. Inc.

Odom, A., L, & Barrow, L., H. (1995). Development and application of a two-tier diagnostic test measuring college biology students’ understanding of diffusion and osmosis after a caurse of instruction. Journal of Research in Science Teaching, 32(1), 45-61.

OECD. (2007). PISA 2006 Science Competencies for Tomorrow’s World Volume 1: Analysis. ISBN: 9789264040007. Diambil pada tanggal 26 Desember 2007, dari: http://www.pisa.oecd.org/dataoecd/30/17/39703267.pdf.

Puspendik. (2006). Laporan hasil wilayah unas 2005/ 2006 . Diambil pada tanggal 14 Pebruari 2008, dari: http://puspendik.com/ebtanas/ hasil2006/laphasil/laphw.htm

Rumini, S. (2003). Diagnostik Kesulitan Belajar. Yogyakata: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Press.

Suwarto. (2009). Pengembangan tes dan analisis hasil tes yang terintegrasi dalam program komputer. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, tahun 13, Nomor 1, 2009, 40-56.

Suwatno. (2008). Mengatasi kesulitan belajar melalui klinik pembelajaran. Makalah. Diambil pada tanggal 5 Mei 2008, dari: http://www.admanfd.files.wordpress.com/2008/02/makalah_klinikpembelajaran.doc

Treagust, D., F. (1988). Development and use of diagnostic tests to evaluate students’ misconceptions in science. Journal of Biological Education, 10(2), 159-169.

Van der Linden, W., J. (1999). Computerized Educational Testing. Dalam Advances in Measurement in Educational Research and Assessment . Geofferey N. Masters & John P. Keeves. Amsterdam: Pergamon (hal. 138-150).

Wang, J., R. (2003). Development of two-tier diagnostic test for investigating students’ understanding of plant transport and human circulation. Dept. of Science Education, National Pingtung Teachers college. Taiwan. Diambil pada tanggal 17 Agustus 2006, dari: http://www1.phys.uu.nl/esera2003/programme/pdf%5C072S. pdf.

Zamroni. (2005). Pengembangan sistem penilaian pendidikan menengah yang menerapkan kbk dalam kerangka otonomi daerah, dalam Rekayasa Sistem Penilaian Dalam rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan. HEPI.

Zeilik, M. (1998). Classroom assessment techniques conceptual diagnostic test. Diambil pada tanggal 26 juli 2006, dari: http://www.flaguide.org/cat /diagnostic/ diagnostic7.php

Share

COinS