•  
  •  
 

Keywords

model pembelajaran dilema moral, kontemplasi, strategi kooperatif, penalaran moral, keimanan

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Pembelajaran Dilema Moral, Kontemplasi, dan Strategi Kooperatif. Penelitian tindakan kelas dilakukan di Prodi Teknologi Pendidikan FIP-UNY. Subjek penelitian 37 orang mahasiswa. Tindakan dilakukan dalam dua siklus masing-masing terdiri atas empat kali tatap muka. Data tentang proses pembelajaran, kerjasama mahasiswa, situasi yang berpengaruh terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran, penalaran moral, dan keimanan mahasiswa, digali melalui pengamatan, tes penalaran moral yang diadaptasi dari Kohlberg, tes perkembangan iman yang diadaptasi dari Fowler, panduan kontemplasi, angket terbuka, dan cerita-cerita dilema moral. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran terintegrasi mampu meningkatkan penalaran moral, dan keimanan mahasiswa, sehingga tidak ada lagi penalaran moral responden yang berada pada tahap II, 24,3% meningkat dari tahap II ke tahap III, 32,43% meningkat dari tahap III ke tahap IV dan 2,7% meningkat dari tahap IV ke tahap V, 48,65% meningkat dari tahap III ke tahap IV, dan 5,4% meningkat dari tahap IV ke tahap V. Penggunaan strategi kooperatif membuat mahasiswa mampu melakukan kerjasama di dalam kelompok; 35,13% mahasiswa dalam kategori sangat baik, 56,76% dalam kategori baik, dan 8,1% dalam kategori sedang. Kata kunci : model pembelajaran dilema moral, kontemplasi, strategi kooperatif, penalaran moral, keimanan

First Page

57

Last Page

75

Issue

1

Volume

13

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v13i1.1402

References

Andang, Al. (1998). Agama yang berpijak dan berpihak. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Azra, Azyumardi. (2007). Merawat kemajemukan merawat Indonesia.Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Belen, S. (2007). Pelayanan kehidupan beragama yang inklusif.Majalah Ilmiah “Kuwera-14”. Yogyakarta: DED.

Borst, J. (2005). Latihan kontemplatif. Yogyakarta: Kanisius.

Budiningsih, Asri. dkk. (2001). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tahap penalaran moral remaja: analisis karakteristik siswa SLTP dan SMU di Jawa. DCRG, Proyek Penelitian Untuk Pengembangan Pascasarjana/URGE. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikti.

Duska, R. & Whelan, M. (1975). Moral development: a guide to Piaget and Kohlberg. NewYork:Paulist Press.

Fowler, J.W. (1988). Stages in Faith: The structural-developmental approach. Dalam T.C. Hennessy (ed). Values and moral development. New York: Paulist Press.

Halim, Abdul. (2008). Menggali oase toleransi. Jakarta: Kompas Senin 14 April 2008.

Hill, S. & Hill, T.(1993). The collaborative classroom: a guide to cooperative learning.Australia: Eleanor curtain publishing.

James, B.(1981). A method of contemplative prayer. With a foreword by Abhishikta-nanda.

Joni, Raka, T. (2000). Rasional pembelajaran terpadu. Malang: PPs-UM.

____.(2007). Prospek pendidikan profesinal guru di bawah naungan UU No 14 Tahun 2005. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kohlberg, L. (1980). Stages of moral developmentas a basis of moral education. Dalam Mursey, B. (ed.) Moral development, moral education, and Kohlberg. Brimingham, Alabama: Religious Education Press.

Misrawi, Zuhairi. (2007). Al-Quran kitab toleransi: inklusivisme, pluralisme,dan multikul-turalisme. Jakarta: Penerbit Fitrah.

Suseno, Magnis, F. (1987). Etika dasar masalah-masalah pokok filsafat moral. Pustaka Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

____.(2008). Etika kebangsaan etika kemanusiaan. Yogyakarta: Kanisius.

Slavin, R.E. (1998). Educational psychology: theory into practice.London: Prentice Hall.____.(1992). Cooperative Learning.USA: Allyn and Bacon.

Tim PKP.(2007). Peningkatan kualitas pembelajaran. Jakarta: Ditjen Dikti P2TK & KPT.

Verbeek, O.C. (2006). Kontemplasi bagi setiap orang beriman. Malang: DIOMA.

Share

COinS