•  
  •  
 

Keywords

DIF, perbandingan ketepatan, Mantel-Haenszel, SIBTEST, regresi logistik

Document Type

Article

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui (a) urutan ketepatan pendeteksian Differential Item Functioning (DIF) antara metode Mantel-Haenszel, the Simultanous Item Bias Test (SIBTEST), dan regresi logistik, (b) persentase kandungan DIF, Mantel-Haenszel, SIBTEST, dan regresi logistik tidak melakukan kesalahan. Simulasi dipilih dengan desain sebagai berikut (a) peserta tes sebanyak 1000 orang untuk kelompok acuan dan 1000 orang untuk kelompok fokus, dan (b) tiga kelompok tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Ada 20 buah tes masing-masing terdiri dari 25 butir soal, 40 buah tes masing-masing terdiri dari 50 butir soal, dan 60 buah tes masing-masing terdiri dari 75 butir soal. Muatan DIF pada tes ke-i sebesar 4i% pada kelompok pertama, 2i% pada kelompok kedua, dan pada kelompok ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) urutan ketepatan mendeteksi DIF, secara berturut-turut adalah metode SIBTEST, metode Mantel-Haenszel, dan metode regresi logistik, (b) pada kandungan DIF paling banyak 8%, metode Mantel-Haenszel tidak melakukan kesalahan, metode SIBTEST tidak melakukan kesalahan pada setiap persentase kandungan DIF, dan pada kandungan DIF paling banyak 24% (untuk panjang butir 25), 8% (untuk panjang butir 50), dan 7% (untuk panjang butir 75), metode regresi logistik tidak melakukan kesalahan. Kata kunci: DIF, perbandingan ketepatan, Mantel-Haenszel, SIBTEST, regresi logistik

First Page

1

Last Page

20

Issue

1

Volume

13

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v13i1.1398

References

Camilli, S. & Shepard, L. A. (1994). Methods for identifying biased test items. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dorans, N. J. & Holland, P. W. (1993). DIF detection and description: Mantel-Haenszel and standardization. DalamP. W.Holland & H. Wainer (Eds), Differential Item Functioning(pp. 35-66). Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Embretson, S. E. & Reise, S. P. (2000). Item response theory for psychologists. Marwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Fidalgo, A. M. & Mellenberg, G. J. (2000). Effects of amount of DIF, test length, and purification type on robustness and power of Mantel-Haenszel procedures. Methods of Psychological Research Online. 5. 43-53. Diambil pada tanggal 10 Mei 2003, dari http://www.mpr-online.dc.

Field, A. (2000). Discovering statistics using SPSS for windows: Advanced techniques for the beginner. London: Sage Publications.

Hambleton, R. K. & Rovinelli, R. (1973). DATAGEN: A Fortran V program for simulation of dichotomously scored, unidimensional item response data. UMASS.

Holland, P. W. & Thayer, D. T. (1988). Differential item performance and the Mantel-Haenszel procedure. Dalam H. Wainer & H. I. Braun (Eds), Test Validity(pp 129-145). Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Hsin-Hung Li, Nandakumar, R., & Stout, W. (1995). Application of SIBTEST in dealing with issues of DIF in the context of multidimensional data. Paper. Presented at the annual meetingof the National Council on Measurement in Education, San Fransisco, 19 April, 1995. Diambil pada tanggal 15 Mei 2003 dari http://www.stat.uiuc.edu/stoutlab/papers.

Hulin, C. L., Drasgow, F. & Parson, C. K. (1993). Item response theory: Application to psychological measurement. Homewood, IL: Dow Jones-Irwin.

Penfield, R. D. & Lam, T. C. M. (2000). Assessing differential item functioning in performance assessment: Review and recommendations. Educational Measurement: Issues and Practice, 19, 5-15.

Shealy, R. T. & Stout, W. F. (1993). An item responses theory model for test bias and differential test functioning.Dalam P. W. Holland & H. Wainer (Eds), Differential Item Functioning. (pp. 197-239). Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Swaminathan, H. & Rogers, H. J. (1990). Detecting differential item functioning using logistic regression procedures. Journal of Educational Measurement. 27. 361 –370.

Share

COinS