•  
  •  
 

Authors

Sabar Nurohman

Keywords

pembelajaran IPA, konstruktivisme, thinking skills

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan thinking skills peserta didik di Sekolah Alam melalui pembelajaran IPA berbasis konstruktivisme. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Tindakan pembelajaran dilakukan langsung oleh guru. Pada tindakan ketiga para peserta didik menunjukkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif. Aktivitas pada tindakan ketiga terdiri atas: (1) penggalian informasi melalui observasi ke halaman sekolah, (2) penggalian informasi melalui perpustakaan sekolah, (3) pengolahan informasi melalui diskusi kelompok, dan (4) pengambilan keputusan/pemecahan masalah melalui diskusi kelompok dan diskusi klasikal. Pada tindakan ketiga juga dikembangkan LKS untuk membantu siswa dalam mensistematikakan aktivitas yang harus dilakukan. Kata kunci: pembelajaran IPA, konstruktivisme, thinking skills

First Page

128

Last Page

144

Issue

1

Volume

11

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v11i1.1423

References

Amien. (1992). Pendidikan IPA menjelang abad 21. Makalah. Yogyakarta: Program Pascasarjana IKIP Yogyakarta.

Baer. (1997). Divergent thinking adapted from Creative teachers, creative students. Diambil pada tanggal 27 Maret 2007, dari www.ghost.rider.edu/cii/ presen/baer/diverg.doc.

Colburn, Alan. (2000). An inquiry primer. Diambil pada tanggal 24 Juli 2006, dari www. nsta.org/main/news/pdf/ss003_42.pdf#.

Gulo, W. (2002). Strategi belajar-mengajar.Jakarta: Gramedia Widiaswara.

Hamilton, K. E. Tth. Convergent versus divergent thinking. Diambil pada tanggal 16 Agustus 2006 dari www.uselessknowledge.com.

Haryanto. (2006). Pengembangan cara berpikir divergen-konvergen sebagai isu kritis dalam proses pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran

Anwar. (2004). Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education).Bandung: Penerbit Alfabeta.

Cotton, K. (1991). Teaching Thinking Skills.Diambil pada tanggal 2 April 2005http://www.nwrel.org/scpd/sirs/6/cu11.html

Department for Children, Schools and Families of UK. (2007). History of thinking skills development. Diambil pada tanggal 2 April 2005, dari http://www.standards.dfes.gov.uk/thinkingskills/guidance/567257?view=get

Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta: Depdiknas.

Educational Broadcasting Corporation. (2004). What is Constructivism? Diambil pada tanggal 2 April 2005, dari http://www.thirteen.org/ edonline/concept2class/constructivism/index.html

Levi Silalahi. (2004). Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan, Pengangguran Terus Bertambah. Diambil pada tanggal 2 Desember 2004, dari http://www.tempointeraktif.com

Matson, J. O. & Parsons, S. (2006).Misconceptions About The Nature Of Science, Inquiry-Based Instruction, And Constructivism [Versi Elektronik].Electronic Journal of Literacy through Science, Volume 5 (6),

McGuinness, C. (1999). From Thinking Skills to Thinking Classrooms [Versi Elektronik]. Research Brief No 115.

_____.(2000). ACTS (Activating Children’s Thinking Skills):A methodology for enhancing thinking skills across the curriculum. Diambil pada tanggal 2 April 2005, dari http://www.tlrp.org/pub/acadpub/Mcguinness 2000.pdf.

Nurliza Othman. (2002). Thinking Skills–A Motivational Factor In ELT [Versi Elektronik].Jurnal Pendidikan IPBA 2002 Jilid 2: Bil. 5.

McGuinness, C. (1999). From Thinking Skills to Thinking Classrooms [Versi Elektronik]. Research Brief No 115.

_____.(2000). ACTS (Activating Children’s Thinking Skills): A methodology for enhancing thinking skills across the curriculum. Diambil pada tanggal 2 April 2005, dari http://www.tlrp.org/pub/acadpub/Mcguinness 2000.pdf.

Nurliza Othman. (2002). Thinking Skills–A Motivational Factor In ELT [Versi Elektronik].Jurnal Pendidikan IPBA 2002 Jilid 2: Bil. 5.

Share

COinS