•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa SLTP diduga kaiena masih digunakannya cara membaca yang konven-sional. Padahal ada cara membaca yang lebih baru yang diduga lebih efektif, yaitu metode membaca SQ3R. Sehubungan dengan itu, perlu diadakan suatu penelitian tentang efektivitas metode membaca. Berdasarkan permasalahan yang muncul dan kajian pustaka, dirumuskan suatu hipotesis bahwa penggunaan metode membaca SQ3R lebih efek­tif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional.

Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Control Group Pre-test Post-test terhadap siswa kelas I SLTP 1 Kutoarjo. Instnunen yang berupa uji kemampuan membaca digunakan untuk mengetahui efektivitas metode membaca, sedangkan kuesioner I digunakan untuk menjaring langkah-langkah membaca, kuesioner II digunakan untuk mengetahui ada-tidaknya interaksi antar kelas, dan kuesioner III digunakan untuk mengungkap sikap responden terhadap penggunaan metode membaca SQ3R. Perlakuan terhadap kelompok eksperimen diadakan sebanyak 7 kali. Untuk mengetahui efektivitas metode membaca antar-kelompok eksperimen dan kontrol digunakan Uji t antara kelompok dengan P = 0,05. Untuk menge­tahui keefektifan metode membaca antara tes awal dan tes akhir masing-masing kelompok digunakan Uji t P = 0,05. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode konvensional sebanyak 54,61 kata per menit dengan simpangan baku = 4,67 kata per menit; (2) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode SQ3R sebanyak 62,60 kata per menit dengan simpangan baku = 5,90 kata per menit; (3) terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam peng­gunaan metode konvensional pada kelas kelompok kontrol (t = 0,57; P = 0,28); (4) terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam penggunaan metode SQ3R pada kelas kelompok eksperimen (t = 8,96; P < 0,001); dan (5) penggunaan metode membaca SQ3R lebih efektif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional (t = 7,35; P <0,001).

First Page

145

Last Page

154

Issue

1

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/pep.v1i1.2117

Share

COinS