•  
  •  
 

Keywords

Progress, Colonialism, Discourse

Document Type

Article

Abstract

Abstract
Kemadjoean (progress) was a key term for all social movement in the early 20th century Dutch East Indies. This article argued that the discourse of progress has no single meaning throughout the Dutch East Indies, but instead, it was practiced differently by people from different cultural communities. This article focuses on how the discourse of progress was negotiated by the Sundanese ethnic group. Using Foucauldian discourse analysis on the texts of Papaes Nonoman Newspaper (1914-1917), this studi found that, besides being interpreted as "an attempt to become Dutch", the notion of progress was understood by the Sundanese specifically as a way to liberate Sundanese culture from the domination of Javanese culture.
Abstrak
Kemadjoean menjadi istilah kunci bagi semua gerakan sosial pribumi Hindia Belanda di awal abad 20. Tulisan ini meyakini bahwa wacana kemajuan dipraktikkan berbeda dalam tiap komunitas kultural. Tulisan ini membahas bagaimana kemajuan dipahami, didiskusikan dan dinegosiasikan oleh kelompok etnis Sunda pada dekade awal abad 20. Menggunakan analisis wacana Foucauldian pada teks Surat Kabar Papaes Nonoman (1914-1917), penelitian ini menemukan bahwa selain kemajuan dipahami sebagai 'usaha menjadi Belanda'-sebagaimana umumnya terjadi di Hindia Belanda, kemajuan secara khusus dipahami oleh etnis Sunda sebagai pembebasan budaya Sunda dari dominasi budaya etnis Jawa.

First Page

171

Last Page

182

Page Range

171-182

Issue

2

Volume

45

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/informasi.v45i2.7992

Source

7992

References

Ekadjati, Edi S. 2004. Kebangkitan Kembali Orang Sunda: Kasus Paguyuban Pasundan 1913-1918. Bandung: Kiblat Buku Utama

Erawan, Memed (ed). 2000. Paguyuban Pasundan; Kiprah dan Perjuangannya dari Zaman ke Zaman (1914-2000). Bandung. Pengurus Besar Paguyuban Pasundan.

Foucault, M. & Sheridan, A.. 1972. The Archaeology of Knowledge. New York: Pantheon Books.

Latif, Yudi. 2005. Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia abad ke-20. Bandung: Mizan.

Mills, Sara. 1997. Discourse. London&Newyork. Routledge.

Moriyama, Mikihiro. 2003. Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesusastraan Sunda Abad 19. Jakarta. Kepustakaan Populer Gramedia.

Nagazumi, Akira. 1989. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908-1918. Jakarta. Pustaka Utama Grafiti.

Ricklefs, M. C. 2001. A History of Modern Indonesia Since c.1200. Basingstoke: Palgrave.

Rosidi, A., & Pustaka Jaya (Firm). (2000). Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya, Termasuk Budaya Cirebon dan Betawi. Jakarta: Pustaka Jaya.

Soeryawan, R. Djaka. 1990. Sejarah Berdirinya Paguyuban Pasundan. Bandung.

Lembaga Kebudayaan Universitas Pasundan Bandung Papaes Nonoman. 1914-1919, Orgaan Van De Vereeniging Pasoendan. 3 Bundel. Koleksi Perpustakaan Nasional

Share

COinS