Hyperreality, Simulation, Makan Cantik

Document Type



This study reviews the phenomenon of eating in restaurants that recently came out as a new lifestyle known as "makan cantik" (aesthetic eating). This lifestyle is currently trending among young people, especially those in the urban areas such as Jakarta. This study uses qualitative methods to observe and describe makan cantik as a hyperreality on social media, constructed through simulation. Makan cantik is done with an intention of broadcasting the activity through social media. Makan cantik is a simulation that is intentionally constructed to present certain image, such that represents the upper class society. Beneath what's been presented in social media, there is a contrasting condition of real life. Therefore, it can be said that there is no clarity of class status on social media, for social media nowadays is no longer presenting the reality, but instead the hyperreality.
Penelitian ini akan mengkaji mengenai fenomena makan di restoran yang saat ini telah menjadi sebuah gaya hidup baru disebut sebagai makan cantik. Kegiatan tersebut sedang tren dilakukan anak muda khususnya yang tinggal di perkotaan seperti Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk melihat dan menggambarkan makan cantik sebagai sebuah hiperealitas pada social media yang dibentuk melalui simulasi.Makan cantik dilakukan dalam rangka untuk memberitahukan kegiatannya kepada orang melalui social media. Makan cantik merupakan simulasi yang sengaja dibentuk untuk menampilkan image tertentu, karena hal tersebut dianggap dapat merepresentasikan masyarakat kelas atas. Di balik makan cantik yang di unggah di social media, ternyata hal tersebut berlainan dengan kondisi yang nyata. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah terjadi pengaburan kelas dimana tidak adanya kejelasan dari status kelas yang dimunculkan di social media. Social media saat ini tidak lagi menampilkan realitas yang sebenarnya, namun menampilkan hiperrealitas.

First Page


Last Page


Page Range






Digital Object Identifier (DOI)





Alfian, Pandu Rizki. 2014. “Musik Dangdut Koplo Menurut Perspektif Jean Baudrillard”. Skripsi tidak diterbitkan, Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Barker, Chris. (2011) Cultural Studies: Teori dan praktik (terjemahan: Tim Kunci Cultural Studies Centre). Yogyakarta: Bentang (PT Bentang Pustaka).

Denzin. Norman K. 1986. “Post Moderns Social Theory”. Jurnal Sociological Theory, Vol. 4, Number. 2 (Autumn, 1986), 194-204

Djaafara, Febiana. 1994. “Kegiatan Makan di Luar Rumah Pada Masyarakat Perkotaan: Studi Kasus Fungsi Institusi Makan Bagi Para Pekerja pada Kawasan Sudirman–Thamrin di Jakarta.” Skripsi tidak diterbitkan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Irfani, Bunga. 2014. “Eating Out Sebagai Gaya Hidup Dan Konsumerisme Di Nanamia Pizzeria dan Il Mondo Yogyakarta.”

Tesis tidak diterbitkan, Program Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada.

Jean Baudrillard. 1981. Simulacra and Simulation. United State of Amerika: The University of Michigan Press.

Jean Baudrillard. 1983. Simulations. Massachusetts: The MIT Press.

Kushendrawati, Selu Margaretha. 2006. “Hiperrealitas Dalam Media Massa: Suatu Kajian Filsafat Jean Baudrillard.” Disertasi tidak diterbitkan, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Maslow, Abraham H. 1987. Motivation and Personality. NY: Addison-Wesley.

Meliono, V Irmayanti dan Boediono. 2004. “Dimensi Etis Terhadap Budaya Makan dan Dampaknya pada Masyarakat”.

Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 8, Nomor. 2, Agustus: 65-70. 100

Murcott, Anne. 1988. “Sociological and Social Antrhopological Approaches to Food and Eating”. Jurnal World Review of Nutrition and Dietetics. Vol. 55.

Murwani, Endah. 2015. “‘Eating Out’ Makanan Khas Daerah: Komoditas Gaya Hidup Masyarakat Urban.” Jurnal Universitas Multimedia Nusantara.

Neuman. W Lawrence. 2006. Social Research Methods Sixth Edition. Boston: Allyn and Bacon.

Raditya, Michael HB. 2014. “Antara Rasa dan Estetika Komodifikasi Nilai Konsumsi Pada Pangan Sebagai Wujud Eksistensi”. Jurnal Kawistara. Vol. 4: 111- 224.

Wawancara dengan MT, 27 Oktober 2015.

Wawancara dengan GO, 8 November 2016.

Included in

Social Media Commons