Mode of Transportation, Go-Jek, Risk Society

Document Type



Emergence of apps-based modes of transportation marks a technological advancement, and is a reaction to the flaw of public transportation services. This article argues that technology allows the society to overcome the problems of uncertainty lying under the system of public transportation in Jakarta. This study shows that the apps used by "online ojeks" Go-Jek is capable to minimize the risks concerning time, convenience, cost, and
security. This idea diverges from previous studies that failed to mention the variable of certainty as a strategy to minimize the risks commonly found in urban transportation system. Qualitative methods are used for data collection.

Moda transportasi berbasis aplikasi muncul sebagai wujud dari perkembangan teknologi dan reaksi atas kelemahan penyedia jasa transportasi publik. Artikel ini berargumen bahwa teknologi telah menyediakan kemungkinan bagi masyarakat sipil yang tidak memiliki kuasa akan manajemen pelayanan publik untuk mengatasi masalah kepastian sebagai upaya mengatasi risiko pada transportasi publik di Jakarta. Studi ini memperlihatkan bahwa aplikasi yang digunakan "ojek online" Go-Jek mampu meminimalisir risiko yang terjadi di Jakarta dalam hal waktu, kemudahan, biaya, dan keamanan. Hal ini berbeda dengan studi sebelumnya yang tidak menyebutkan secara spesifik faktor-faktor kepastian sebagai sebuah strategi untuk mengurangi risiko yang terjadi pada moda transportasi di perkotaan. Pengumpulan data dalam studi ini
menggunakan metode kualitatif.

First Page


Last Page


Page Range






Digital Object Identifier (DOI)





Abdullah, S, M. H. Mokhtar. 2014. “Global Positioning System (GPS) Positioning Errors During Ionospheric Scintillation Event.” Jurnal Teknologi, 69:2, 33–38.

Beck, Ulrich. 1992. “Risk Society: Towards a New Modernity.” London: Sage Publication.

Ekawati, Natalia, Mochammad Saleh Soeaidy, Heru Ribawanto. 2014. “Kajian Dampak Pengembangan Pembangunan Kota Malang Terhadap Kemacetan Lalu Lintas.” Jurnal Administrasi Publik (JAP) 2:129-133.

Cervero, R. 2000. “Informal Transport in the Developing World, Nairobi, Kenya: United Nations Commission on Human Settlements.”

Charoen, Danuvasin. 2015. “Grabtaxi: A Taxi Revolution In Thailand.” Proceedings ofTheIRES8thInternationalConference, London, United Kingdom, 30th Aug. 2015 5-8.

Dermartoto, Argyo. 2013. “Teori Masyarakat Risiko dari Ulrich Beck.” Diakses pada tanggal 17 Sepetember 2015 (http://argyo.staff.uns.ac.id/2013/14/ teori-masyarakat-risiko-dari-ulrich- beck/).

Handayani, Dewi, Ria Asih, Indra Budisatra, dan Bambang Riyanto. 2011. “Kelayakan Finansial Layanan Ojek di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.” Jurnal Transportasi, 11:135-142.

Lupton, Deborah. 2015. “Digital Sociology.” London and New York: Routledge.

Martono, Nanang. 2012. “Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Postmodern, dan Postkolonial”. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mutekwe, Edmore. 2012. “The Impact of Technology on Social Change: a Sociological Perspective.” Journal of Research in Peace, Gender, and Development 2:226-238.

Neuman, William Lawrence. 2006. “Social Research Method”. Pearson.

Siswoyo, Edy. 2011. “Campus Go Green: Aktualisasi Nilai Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.” INSANI 11:36-72.

Stromquist Nelly P. 2005. “The impact of globalization on education and gender: an emergent cross-national balance.” Journal of Education 37:7-37.

Tahir, Anas. 2015. “Angkutan Massal Sebagai Alternatif Mengatasi Persoalan Kemacetan Lalu Lintas Kota Surabaya.” Jurnal SMARTek 3:169-182.

Tamin, Ofyar Z, Hermein Rahman, Aine Kusumawati, Ari Sarif Munandar, Bagus Hario Setiadji. 1999. “Evaluasi Tarif Angkutan Umum dan Analisis ‘Ability To Pay’ (ATP) dan ‘Willingnes To Pay’ (WTP) di DKI Jakarta.” 1:121- 139.

Tuan, Vu Anh, Iderlina B. Mateo-Babino. 2013. “Motorcycle Taxi Service in Vietnam – It’s Socioeconomic Impacts and Policy Considerations.” Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies 10:13-28.

York, Richard, Eugene A. Rosa, Thomas Dietz. 2003. Footprints on the Earth: The Environmental Consequences of Modernity. American Sociological Review 279-300.

Badan Pusat Statistik. 2015. “Statistik Transportasi DKI Jakarta 2015.” Diakses pada tanggal 28 November 2015. (http://jakarta.bps.go.id/backend/pdf_ publikasi/Statistik-Transportasi-DKI- Jakarta-2015.pdf ).

CNN Indonesia. 2015. “Gojek Tambah Layanan Pijat dan Pembantu Rumah Tangga.” Diakses pada tanggal 26 Oktober 2015 (http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20151005090017-185- 82781/gojek- tambah-layanan-pijat- dan-pembantu-rumah-tangga/)

CNN Indonesia. 2015. “Masih Uji Coba Berapa Tarif Aplikasi Bajaj Online.” Diaksespada 4 Desember 2015. (http://www.cnnindonesia.com/ teknologi/20151007154925-185-83476/ masih- uji-coba-berapa-tarif-aplikasi- bajaj-online/).

CNN Indonesia. 2012. “Gandeng TransJakarta Gojek Tambah Fitur Gobusway.” Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. (http://www.cnnindonesia.com/ teknologi/20151028094729-185-87824/ gandeng-transjakarta-gojek-tambah- fitur-gobusway/).

Go-Jek. 2015. “Go-Jek Indonesia: An Ojek for Every Need.” Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. (http://www.Go-Jek. com).

KabarCSR.com. 2015. “Gojek Inovasi dalam Transportasi.” Diakses pada tanggal 24 November 2015. (http://www.kabarcsr. com/post/gojek-inovasi-dalam-transportasi/)

Kompas.com. 2015. “Layanan TransJakarta Go-busway Sudah ada di Aplikasi Go- Jek.” Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. (http://tekno.kompas.com/read/2015/10/27/19490027/layanan. transjakarta.go-busway.sudah.ada. di.aplikasi.go-jek).

Liputan 6. 2015. “6 Ojek Online yang Menjadi Pesaing Go-Jek.” Diakses pada tanggal 24 November 2015. (http://citizen6. liputan6.com/read/2320466/6-ojek- online-yang-menjadi-pesaing-gojek).

Liputan 6. 2015. “Menelusuri Riwayat Kehadiran Ojek Motor.” Diakses pada tanggal 24 November 2015. (http://citizen6.liputan6.com/read/2260655/ menelusuri-riwayat-kehadiran-ojek- motor).

Liputan6.2015.“Go-MartLayananTearbaru dari Go-Jek.” Diakses pada 4 Desember 2015. (http://tekno.liputan6.com/ read/2323808/go-mart-layanan- terbaru-dari-go-jek).

New Republika.co.id. 2015. “Gojek Versus 127 Ojek Pangkalan.” Diakses pada tanggal 12 Desember 2014. (http:// www.republika.co.id/berita/nasional/ jabodetabek- nasional/15/09/28/ nvdoyd330-gojek-versus-ojek- pangkalan).

Sindonews.com. 2015. “Belum Masuk UU Pemprov DKI Diminta Tak Legalkan Gojek.” Diaksespadatanggal 4 Desember 2015. (http://metro.sindonews.com/read/1022667/171/belum-masuk- uu-pemprov- dki-diminta-tak- legalkan-gojek-1436587642).

Techinasia. 2015. “History Unicorn Grabtaxi Infographic.” Diakses pada tanggal 10 September 2015 (https://www. techinasia.com/history-unicorn- grabtaxi-infographic/).

Thrillist. 2015. “City with Worst Traffic Jakarta Indonesia Tops Castrol’s Ranking Of Cities With Most Stop Starts.” Diakses pada tanggal 28 November 2015. (https://www.thrillist.com/travel/ nation/city-with-worst-traffic-jakarta- indonesia-tops-castrol-s-ranking-of- cities-with-most-stop-starts).

Merdeka. 2015. “Saat Go-Jek Capai 1 Juta Order.” Diakses pada tanggal 20 September 2015. (http://www.merdeka. com/teknologi/saat-gojek-capai-1-juta- order.html).

Nova. 2011. “Nadiem Makarim Pelopor Ojek Profesional.” Diakses pada tanggal 24 November 2015. (http://tabloidnova. com/Profil/Nadiem-Makarim-Pelopor- Ojek-Profesional-1)

WartaEkonomi.2015.“TeknologiMerevolusi.” Diakses pada tanggal 5 Oktober 2015 (http://wartaekonomi.co.id/ read/2015/09/19/73205/teknologi- merevolusi.html).

Viva.com. 2015. “Lagi, Pengemudi Go- Jek Dianiaya Tukang Ojek.” Diakses pada tanggal 12 Desember 2015. (http://metro.news.viva.co.id/news/ read/656089-lagi--pengemudi-gojek- dianiaya-tukang-ojek).