•  
  •  
 

Keywords

Male Gender Role Messages, Hero, Documentary

Document Type

Article

Abstract

Abstract
The research purpose is to determine how the television documentary producer "Zero to Hero" program on Metro TV classify male gender role messages in the cast of "hero" in that program. Researcher used social semiotics method Theo van Leeuwen with multimodal analysis procedure and 24 of male gender role theories from Ian M. Harris, that have been categorized into 5 classification: standard bearers, lovers, workers, bosses and rugged individuals. The result of this study revealed that the television documentary producer "Zero to Hero" program, construct the male gender role messages in the cast of "hero" to the category of male gender role messages consist with standard bearers, lovers, bosses and workers, who shows a positive image and dominant as a man who lived in patriarchal culture in Indonesia.
Abstrak
Tujuanpenelitianiniuntukmengetahui bagaimana produsen program dokumenter televisi "Zero to Hero" di Metro TV mengklasifikasikan male gender role messages pada tokoh "hero" di dalam program tersebut. Peneliti menggunakan metode semiotika sosial Theo van Leeuwen dengan prosedur analisis multimodality dan teori 24 male gender role messages Ian M. Harris yang dikategorikan dalam 5 klasifikasi yaitu standar bearers, lovers, workers, bossesdan rugged individuals. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa produsen program menampilkan tokoh "hero" dengan kategori male gender rolemessages berupastandar bearers, lovers, bosses dan workers yang menunjukkan citra positif dan dominan sebagaimana layaknya pria berperilaku dalam budaya patriaki di Indonesia.
Keywords: Male Gender Role Messages, Hero, Documentary

First Page

33

Last Page

42

Page Range

33-42

Issue

1

Volume

45

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/informasi.v45i1.7768

Source

7768

References

Burton, Graeme. 2007. Membincangkan Televisi: Sebuah Pengantar Kajian Televisi. Yogyakarta: Jalasutra

Denzin, K. Norman and Yvonna Lincoln. 2000. Handbook of Qualitative Research: Second Edition. UK: Sage

Fairclough, Norman. 1995. Media Discourse. London: Edward Arnold.

Hidayat, Nisa Imawati. 2014. “Konstruksi identitas Punk Muslim Dalam Program Zero To Hero di Metro TV”. M.A. Kaján Budayadan Media. UGM. Yogyakarta

Istanto, Ferry H. 1999. “Peran Televisi Dalam Masyarakat Citraan Dewasa Ini Sejarah, Perkembangan dan Pengaruhnya”. Nirmana. Vol. 1, No. 2, hlm. 95-108

Jung, C. G., & Franz, M.-L. v. 1964. Man and His Symbols. New York: Doubleday

Martono, John dan Arsita Pinandita. 2009. Punk: Fesyen-Subkultur-Identitas. Yogyakarta: Halilintar Books

Piliang, Yasraf Amir. 1994.“Terkurung di Antara Realitas-realitas Semu, Estetika Hiperrealitas & Politik Konsumerisme”. Jurnal Ulumul Qur’an. Vol. V.No.4 Pinem, Saroha. 2009. Kesehatan Reproduksi & Kontrasepsi. Jakarta: Trans Media.

Ridwan. 2014. “Male Gender Role Pada Karakter Superhero Dalam Film Produksi Marvel Studios”. Jurnal Komunikasi. Vol 2, No. 3, hlm. 1-9

Siregar, Ashadi. 2001. Menyingkap Media Penyiaran: Membaca Televisi, Melihat Radio. Yogyakarta: LP3Y

Synnott, Anthony. 1940. Re-Thinking Men Heroes, Villains and Victims. UK & USA: Ashgate Publishing, Co

Van Leeuwen, Theo. 2005. Introducing Social Semiotics. New York: Routledge

Wibowo, Heru Paul. 2012. Masa Depan Kemanusiaan: Superhero Dalam Pop Culture. Jakarta: LP3ES

Share

COinS