•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan open-ended dan kontekstual pada aspek kemampuan pemecahan masalah dan sikap siswa terhadap matematika dan membandingkan keefektifan kedua pendekatan tersebut pada aspek kemampuan pemecahan masalah dan sikap siswa terhadap matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Yogyakarta yang terdiri dari tujuh kelas. Dari populasi yang ada diambil dua kelas yaitu kelas VIII E dan VIII F sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah dan angket sikap siswa terhadap matematika. Untuk menguji keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended dan pendekatan kontekstual, digunakan analisis one sample t-test. Untuk membandingkan keefektifan pendekatan open-ended dan pendekatan kontekstual, data dianalisis dengan menggunakan uji T2 Hotelling, dan uji t dengan kriteria Bonferroni untuk menentukan pendekatan pembelajaran manakah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended dan pendekatan kontekstual efektif pada aspek kemampuan pemecahan masalah dan sikap siswa terhadap matematika, (2) pendekatan open-ended lebih efektif dibandingkan pendekatan kontekstual pada aspek kemampuan pemecahan masalah, (3) pendekatan open-ended tidak lebih efektif dibandingkan pendekatan kontekstual pada aspek sikap siswa terhadap matematika.

Kata Kunci: pendekatan open-ended, pendekatan kontekstual, kemampuan pemecahan masalah dan sikap siswa terhadap matematika.

Page Range

241-257

Issue

2

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jrpm.v1i2.2679

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2679

References

Azwar, Saifuddin. (2011). Sikap manusia teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Berns, R.G & Erickson, P.M. (2001). Contextual teaching and learning: preparing students for the new economy. Artikel. Diambil pada tanggal 4 Januari 2012, dari http://www.cord.org/uploadedfiles/NCCTE_Highlight05-ContextualTeachingLearning.pdf.

Boediono. (2004). Statistika dan probabilitas. Bandung: Remaja Rosdakarya

Brumbaught, D.K., Rock, D., Brumbaught, L.S., et al. (2003). Teaching k-6 mathematics. Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Dahar, R. W. (1989). Teori-teori belajar. Jakarta: Erlangga.

Eagly, A. H. & Chaiken, S. (1993). The psychology of attitudes. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Ebel, R.I. & Frisbie, D.A. (1986). Essential of educational measurement. Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc.

Gable, R.K. (1986). Instruments development in the affective doman. Buston: Kliewe Nijhoff Publishing.

Haylock, D & Thangata, F. (2007). Key concepts in teaching primary mathematics. London: Sage Publications.

Herman, Tatang. (2007). Membangun pengetahuan siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Artikel. Diambil pada tanggal 14 Januari 2012, dari http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/196210111991011-TATANG_HERMAN/Artikel/mkalah2taher.pdf.

Hino, K. (2007). Toward the problem-centered classroom: trends in mathematical problem solving in Japan. Artikel. Diambil pada tanggal 3 Desember 2011, dari http://cimm.ucr.ac.cr/ciaemIngles/articul os/universitario/conocimiento/Toward%20the%20problemcentered%20classroom:%20trends%20in %20mathematical%20problem%20solvi ng%20in%20Japan*Hino,%20Keiko%20*Keiko%20Hino.pdf

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: what it is and why it’s here to stay. Thousand Oaks, California: Corwin Pres, Inc.

Johnson, E. B. (2007). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajarmengajar mengasyikkan dan bermakna. (3rd ed.). (Terjemahan Ibnu Setiawan). California: Corwin Pres, Inc.(Buku asli diterbitkan tahun 2002)

Kompasiana. (2012). Kurikulum 2013 vs kemampuan berpikir anak. Artikel. Diambil pada tanggal 6 Januari 2013, dari http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/ 19/kurikulum-2013-vs-kemampuanberpikir-anak--517937.html.

Mayer, R.E. & Wittrock, M.C. Problem solving. In Alexander, P. A. & Winne, P. H. (eds.). (2006). Handbook of educational psychology. Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

McIntosh, R. & Jarret, D. (2000). Teaching mathematical problem solving: implementing the vision. New York: NWREL, Mathematics and Science Education Center.

Muslich, Masnur. (2007). KTSP pembelajaran berbasis kompetensi dan komtekstual panduan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Neale, D.C. (1969). The role of attitudes in learning mathematics. Artikel. Diambil pada tanggal 10 Februari 2012, dari http://www.jstor.org/discover/10.2307/4 1187564?uid=3738224&uid=2&uid=4& sid=21101498124003.

Nitko, A.J. & Brookhart, S.M. (2007). Educational assessment of student. Upper Saddle River: Pearson Education,Inc.

Nohda, N. (2000). A study of "open-approach" method in school mathematics teaching - focusing on mathematical problem solving activities. Artikel. Diambil pada tanggal 9 November 2011, dari http://www.nku.edu/~sheffield/nohda.ht ml.

Orton, A. (2006). Learning mathematics issues, theory and classroom practice (3rd ed.). London: Cassell.

Pehkonen, E. (1997). The state-of-art in mathematical creativity. dalam zdm. international reviews on mathematical education. Artikel. Diambil pada tanggal 29 Desember 2011, dari http://www.emis.de/journals/ZDM/zdm9 73a1.pdf.

Pehkonen, E. (Oktober 1999). Open-ended problems: A method for an educational change. Makalah disajikan dalam 4th Pan-Hellenic Conference With International Participation Didactics Of Mathematics & Informatics In Education, di The University of Crete: Department for Primary Education, Department of Computer Science, Department of Mathematics.

Polya, G. (1981). Mathematical discovery on understanding, learning, and teaching problem solving. Canada: John & Sons.

Polya, G. (1985). How to solve it . A new aspect of mathematicalmethod (2nded.). Princeton : Princeton University Press.

Quinones, B.F. (1996). The effect of computer use on mathematical reasoning, problem solving skills and attitudes at the college level. Artikel. Diambil pada tanggal 17 April 2012, dari http://ponce.inter.edu/cai/tesis/bfeliciano-index.html

Rusgianto, H.S. (2006). Hubungan antara sikap terhadap matematika, kecerdasan emosional dalam interaksi sosial di kelas dengan hasil belajar matematika siswa smp negeri 5 yogyakarta tahun 2006. Naskah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2006 dengan tema “Trend Penelitian dan Pembelajaran Matematika di Era ICT “ yang diselenggarakan pada tanggal 24 Nopember 2006.

Sanjaya, Wina. (2007). Strategi pembelajaran: berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.Schoenfeld, A.H. (1985). Mathematical problem solving. New York: Academic Press, Inc.

Shadiq, Fadjar. (2008). Bagaimana cara guru memanfaatkan faktor sikap dalam pembelajaran matematika. Artikel. Diambil pada tanggal 11 Desember 2011, dari http://fadjarp3g.files.wordpress.com/200 8/12/08-afektif_limas_1.pdf.

Sternberg, R.J. & Ben-Zeev, T. (1996). The nature of mathematical thinking. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

Strategic Review. (2011). Rethinking Indonesia’s educational paradigm: learning from the world. Artikel. Diambil pada tanggal 26 Mei 2012, dari http://www.sr-indonesia.com/thismonths-issue/global-perspectives/206rethinking-indonesias-educationalparadigm-learning-from-the-world.

Suherman, Erman., Turmudi, Suryadi, Didi. dkk. (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA – UPI.

Sullivan, P., Bourke, D., & Scott, A. (1995). Open-ended tasks as stimuli for learning mathematics. In S. Flavel (Ed.) Proceedings of the 18th Annual Conference of the Mathematics Research Group of Australasia (pp. 484-493), Darwin, Australia.

Taplin, M. (1998). Mathematics through problem solving. Artikel. Diambil pada tanggal 7 Juni 2012, dari http://www.mathgoodies.com/articles/problem_solving.ht ml

Wardhani, Sri. (2004). Penilaian pembelajaran matematika berbasis kompetensi. Yogyakarta: PPPG Matematika Yogyakarta.

Wardhani, Sri & Rumiati. (2011). Instrumen penilaian hasil belajar matematika smp: Belajar dari pisa dan timss. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Wilson, J.W., Fernandez, M.L., & Hadaway, N. (1993). Mathematical problem solving. Artikel. Diambil pada tanggal 8 November 2012, dari http://jwilson.coe.uga.edu/emt725/PSsyn/Pssyn.html

Share

COinS