•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model hubungan kausalitas dari variabel-variabel kompetensi, komitmen profesional, kinerja dan kepuasan kerja guru matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru matematika SMP dan MTs di Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 262 orang. Sampel sejumlah 82 orang ditentukan melalui teknik two stage cluster random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar penilaian/observasi. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data komitmen profesional dan kepuasan kerja guru matematika, sedangkan lembar penilaian/observasi digunakan untuk mengumpulkan data kompetensi dan kinerja guru matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif kompetensi terhadap komitmen profesional sebesar 15,9%; (2) terdapat pengaruh positif kompetensi terhadap kinerja sebesar 63,6%; (3) terdapat pengaruh positif komitmen profesional terhadap kinerja sebesar 15,9%; dan (4) terdapat pengaruh positif komitmen profesional terhadap kepuasan kerja sebesar 37,8%. Hasil-hasil penelitian di atas dapat mengkonfirmasi kesimpulan penelitian-penelitian sebelumnya.

Kata kunci: kompetensi guru, komitmen profesional, kinerja, kepuasan kerja, Structural Equation Modeling (SEM)

Page Range

285-297

Issue

2

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jrpm.v1i2.2682

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2682

References

Adebomi et al. (2012). Job satisfaction and self- efficacy as correlates of job commitment of special education teachers in oyo state. Journal of Education and Practice, 3, 95-104.

Cohen, A. (2003). Multiple commitments in the workplace: An integrative approach. London: Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Hengky Latan. (2012). Structural equation modeling. Bandung: Alfabeta.

Kemendikbud. (2012). Kebijakan pengembang- an profesi guru. Jakarta: Badan Pengem- bangan Sumber Daya Manusia Pendidik- an dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud RI.

Khanifar, H., Jandaghi, G. & Shojaie, S. (2010). Organizational consideration between spirituality and professional commit- ment, European Journal of Social Sciences, 12, 558-571.

Marius R. Surana. (2010). Hubungan antara Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Motivasi Guru, Lingkungan Kerja, dan Komitmen Guru dengan Kinerja Guru SMP di Kabupaten Bantul. Tesis magister, tidak dipublikasikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

OECD. (2000). First result on pisa. Paris: OECD.

OECD. (2003). First result on pisa. Paris: OECD.

OECD. (2006). First result on pisa. Paris: OECD.

OECD. (2010). Pisa 2009 result: What students know and can do. Paris: OECD.

Pashwan, A. (2009). Confirmatory factor analy- sis and structural equation modeling: An introduction. Texas: University of North Texas

Prem. (07 Mei 2009). Teaching competency, professional commitment and job satisfaction. Artikel. Diambil tanggal 23 Agustus 2013, dari www.instablogs.com

Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang RI Nomor 14, Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.

Resnick, H. S. (2007). The power of perfor- mance management, energizing work- place performance. Ponte Vedra Beach, FL: Work System Associates Inc.

Suyanto. (2012). Uka dan mutu guru kita. Arti- kel. Diakses pada tanggal 10 September 2012, dari www.dikdas.kemdikbud.go.id

Share

COinS