•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan problem-based learning (PBL) ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem; serta (2) perbandingan keefektifan problem-based learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Pengumpulan data menggunakan metode pemberian pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, serta pemberian angket self-esteem sebelum dan sesudah perlakuan. Uji statistik yang diguna-kan adalah uji proporsi dan uji selisih antara dua proporsi. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa (1) problem-based learning efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis, tetapi tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis dan self-esteem; serta (2) problem-based learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem.

Kata kunci: problem-based learning, berpikir kritis, berpikir kreatif, self-esteem

Page Range

48-57

Issue

1

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jrpm.v1i1.2663

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2663

References

Amsikan, S. (2009). Keefektifan pembelajaran matematika dengan model problembased learning dan model cooperative learning tipe Jigsaw di SMP. Tesis magister, tidak diterbitkan, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Arends, R. I., & Kilcher, A. (2010). Teaching for students learning: Becoming a accomplished teacher. New York:Routledge.

Coopersmith Self-Esteem Inventory. (1996). Diambil pada tanggal 1 November 2012, dari

https://studentjournals.plymouth.ac.uk/in dex.php/pss/article/ downloadSuppFile/179/42

Delisle, R. (1997). How to use problem-based learning in the classroom. Alexandria: ASCD.

Depdiknas. (2007). Permendiknas Nomor 41, Tahun 2007, tentang Standar Proses untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.

Fadillah, S. (2012). Meningkatkan self-esteem siswa SMP dalam Matematika melalui pembelajaran dengan pendekatan open ended. Jurnal Pendidikan MIPA, Vol 13, No 1. Diambil pada tanggal 3 Oktober 2013 dari http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JP M/article/view/398.

Hassoubah, Z. I. (2008). Mengasah pikiran kreatif dan kritis. (Terjemahan Bambang Suryadi). A.S. Noorden. (Buku Asli diterbitkan tahun 2002).

Ho, B. T. (2004). Teachers as coaches of cognitive process in problem-based learning. Dalam Tan, O. S. (Ed), Enhancing thinking through problembased learning approach (pp 101-115). Singapore: Cengage Learning.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning. Thausand Oaks, California: Corwin Press, Inc. A Sage Publication Company.

Khoiri, W. (2013). Problem based learning berbantuan multimedia dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Journal of Mathematics Education, Vol 2 No 1. Diambil pada tanggal 3 September 2013 dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ ujme/article/view/1172.

Krulick, S., & Rudnick, J. A. (1995). A new sourcebook for teaching reasoning and problem solving in elementary school. Massachusetts: Allyn & Bacon.

Lawrence, D. (2006). Enhancing self-esteem in the classroom (3rded.). London: Paul Chapman Publishing.

Mullis, I. V. S., et al. (2012). TIMSS 2011 international result in mathematics. Chesnut Hill, MA: TIMSS & PIRLS International Study Center, Boston College.

Noer, S. H. (2009). Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SMP melalui pembelajaran berbasis masalah. Makalah disampaikan pada seminar nasional matematika dan pendidikan matematika, di UNY 5 desember 2009, tersedia di http://eprints.uny.ac.id/7048/1/P33%20D ra.% 20Sri%20Hastuti%20Noer.pdf.

Nugroho, I. A., Chotim, M., & Dwijanto, D. (2013). Keefektifan pendekatan problem-based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik. Journal of Mathematics Education, Vol 2 No 1. Diambil pada tanggal 3 September 2013 dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ ujme/article/view/1201.

Plummer, D. (2005). Helping adolescents and adults to build self-esteem. London: Jessica Kingsley Publishers.

Sugandi, A. I. (2011, November). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan setting kooperatif jigsaw terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Disampaikan pada seminar nasional pendidikan MIPA, di Universitas Lampung.

Tan, O. S. (2003). Problem-based learning innovation: Using problems to power learning in the 21st century. Singapore: Cengange Learning.

Van de Walle, J. A. (2007). Elementary and middle school mathematics (6th ed.). Boston: Pearson Education, Inc.

Walpole, R. E., et al., (2012). Probability & Statistic for engineers & scientists (9th ed.). Boston, MA: Pearson Education, Inc.

Watson, G. H., & Groh, S. E. (2001). Faculty mentoring faculty: the institute for transforming undergraduate education. Dalam Duch, B. J., Groh, S. E., & Allen, D. B. (Eds.), The power of problembased learning: a practical “how to” for teaching undergraduate course in any discipline (pp.13-22). Sterling: Stylus Publishing, LLC.

Young, E. L., & Hoffmann, L. L. (2004). Selfesteem in children: Strategies for parents and educators. Dalam A. S. Canter et. al. (Eds), Helping children at home and school II: Strategies for families and educators (pp 87-89 (S5)). Bethesda, MD: NASP Publications.

Share

COinS