•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) keefektifan pendekatan open-ended dan CTL ditinjau dari hasil belajar kognitif; (2) keefektifan pendekatan open-ended dan CTL ditinjau dari hasil belajar afektif ;dan (3) perbedaan keefektifan pendekatan open-ended dan CTL ditinjau dari hasil belajar kognitif dan afektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menggunakan dua kelompok eksperimen. One sample t-test digunakan untuk mendeskripsikan keefektifan pendekatan open-ended dan CTL pada masing-masing variabel. T2 Hotelling digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keefektifan pendekatan open-ended dan CTL secara simultan pada keempat variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan open-ended dan CTL tidak efektif ditinjau dari hasil belajar kognitif; (2) pendekatan open-ended dan CTL efektif ditinjau dari hasil belajar afektif; dan (3) tidak ada perbedaan keefektifan antara pendekatan open-ended dan CTL ditinjau dari hasil belajar kognitif dan afektif.

Kata kunci: open-ended, contextual teaching and learning, prestasi belajar, berpikir kreatif, sikap belajar matematika, minat belajar matematika.

Page Range

113-126

Issue

1

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jrpm.v1i1.2669

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2669

References

Berns, R. G. & Eriskson, P. M. (2001). Contextual teaching and learning]. Diakses tanggal 18 Agustus 2012 dari http://nccte.com/publication/infosynthesi s/highlighzone/highligh05/ highligh05ctl.html

Carmichael, C., et al. (2009). Factors influencing the development of middle school student’s interest in statistical literacy. Statistic Education Research Journal, 8(1), pp.62-81, May 2009.

Depdiknas. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi.

Depdiknas. (2007). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kompetensi Akademik dan Kualifikasi Guru.

Ebel, R.I. & Frisbie, D.A. (1986). Essential of educational measurement. (4thed). Englewood Cliffs, New Jersey: PrenticeHell, Inc.

Jhonson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: what it is and why it’s here to stay. Thousand Oks, California: Corwin Press.

Lianghuo, F., et al. (2005). Assesing Singapore students’ attitudes toward Mathematics and Mathematics learning: Finding from a survey of lower secondary students. Diakses tanggal 7 Desember 2012 dari http://repository.nie.edu.sg/jspui/bitstrea m/10497/3345/1/CRP24_03FLH_Conf0 5%28EARCOME%29_FanQuekZhuetal.pdf.

Mahmudi, Ali. (2008). Tinjauan kreativitas dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pythagoras, Volume 4, Nomor 2, Desember 2008, ISSN 1978-4538.

Mahfudy, S., Budiyono, & Sutrima. (2011). Eksperimentasi pembelajaran CTL dan pembelajaran langsung yang berbasis assessment for learning dalam meningkatkan prestasi belajar matematika SMP ditinjau dari tingkat kreativitas siswa. Prosiding, Seminar Nasional Matematika diselenggarkan oleh FMIPA UNY, pada Juli 2011.

McGregor, D. (2007). Developing thinking; developing learning: a guide to thinking skills in education. New York: Open University Press.

Mitchell, M. & Gilson, J. (1997). Interest and anxiety in mathematics. Diakses tanggal 2 November 2012 dari http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/ search/detailmini.jsp?_nfpb=true&_&E RICExtSearch_SearchValue_0=ED412116&ERICExtSearch_SearchType_0=no&accno=ED412116

Nitko, A. J. & Brookhart, S. M. (2007). Educational assessment of students. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Nurdin. (2009). Implementasi CTL dalam meningkatkan hasil belajar. Jurnal Administrasi Pendidikan Vol. IX No. 1 April 2009.

Olatunde, Y. P. (2009). Student attitudes towards mathematics and academic achievement in some selected secondary school in Southwestern Nigeria. European Journal of Scientific Research ISSN 1450-216X Vol. 36 No.3 2009.

Popham, W. J. (1995). Classroom assessment: What teachers need to know. US: Allyn and Bacon.

Sagala, Syaiful. (2011). Konsep dan makna pembelajaran untuk membantu memcahkan problematika belajar dan mnegajar. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada media.

Sawada, T. (1997). Developing lesson plans. The open-ended approach: A new proposal for teaching mathematics (pp.2335). Reston, VA: NCTM.

Shimada, S. (1997). The significance of an open-ended approach. The open-ended approach: A new proposal for teaching Mathematics (pp.1-9). Reston, VA:NCTM.

Steven, J. (2002). Applied multivariate statistic for the social science. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associate.

Stiggins, R. J. (1994). Student-centered classroom assessment. New York: Macmillan College Publishing Company.

Sulianto, Joko. (2011). Keefektifan model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open-ended dalam aspek penalaran dan pemecahan masalah pada materi segitiga di kelas VII. Diakses tanggal 21 Januari 2013, dari http://www.google.com/url?q=http://ejurnal.ikippgrismg.ac.id/index.php/malih peddas/article/download/64/56&sa=U&ei=4NREUvPCJcH3rQedx4CQBg&ved=0CB0QFjAB&sig2=5FwDsbwseN8_V0 Gazruwwg&usg=AFQjCNEP7dBJxgbd WALh5isT8_z2x_MDYQ.

Syah, Muhibbin. (2010). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tatsuaoka, M. M. (1971). Multivariate Analysis: Techniques For Educational And Psychological Research. Canada: John Wiley & Sons, Inc.

TIM MKPMB. (2001). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: UPI.

Widayat Umar. (2009). Penerapan pembelajaran matematika SMP dengan pendekatan CTL. Tesis, tidak dipublikasikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Share

COinS