•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kompetensi sulit matematika SMA di Provinsi Riau yang berkualitas baik/layak yaitu valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengembangkan perangkat pembelajaran kompetensi sulit matematika SMA dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel & Semmel yang telah dimodifikasi sehingga hanya memuat tahap pen-definisian, perancangan, dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran kompetensi sulit matematika SMA yang meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kegiatan siswa (LKS), dan instrumen tes. Hasil validasi menunjukkan bahwa silabus, RPP, LKS yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid untuk masing-masing silabus, RPP, LKS, dan test instrument. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan praktis dan efektif. Kepraktisan mencapai hasil sangat baik ditinjau dari penilaian guru dan siswa. Keefektifan ditinjau dari ketuntasan belajar siswa dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Secara klasikal ketuntasan belajar mencapai 84,38%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan.

Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, kompetensi sulit matematika

Page Range

98-112

Issue

1

Volume

1

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jrpm.v1i1.2668

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2668

References

Amir, M.T. (2009). Inovasi pendidikan melalui problem based learning. Bagaimana pendidik memberdayakan pembelajar di era pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Azwar, Saifuddin. (2010). Tes prestasi (Fungsi pengembangan pengukuran prestasi belajar).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arends, I.R., & Kilcher, A. (2010). Teaching for student learning. New York and London: Taylor & Francis Group. McGraw Companies, Inc.

Arends, I.R. (2007). Learning to teach. (7rd ed.). New York: McGraw Companies, Inc.

BSNP.(2006). Panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pen-didikan dasar dan menengah. Jakarta: BSNP Depdiknas.

Cheong, F. (2008). Using a problem-based learning approach to teach an intelligent systems course. Journal of Information Technology Education Volume 7.

Delisle, R. (1997). How to use problem-based learning in the classroom. New York: Association for Supervision and Curriculum Development.

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendi-dikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi.

Depdiknas.(2007). Peraturan Menteri Pendi-dikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses.

Kemp, J. E. (1985). The instructional design process. New York: Harper & Row.

Levin, B.B. (2001). Energizing teacher edu-cation and professional development with problem-based learning. New York: Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD).

Nieveen, N. (1999). Prototying to reach product quality dalam Plomp, T; Nieveen, N., Gustafson, K., Branch, R. M., & Van den Akker , J (eds). Design approaches and tools in education and training. London: Kluwer Academic Publisher.

Ranti, M.G. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika bilingual SMA kelas X. Tesis Magister, tidak Diterbitkan, Universitas Negeri Yogya-karta, Yogyakarta.

Schunk, D.H. (2008). Learning theorie. An education perspective. United States of America: Pearson Prentice Hall.

Thiagarajan, S., Semmel, D., & Semmel, M.I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children. A Sourse Book. Blomington: Central for Innovation on TeachingThe Handicapped

Share

COinS