•  
  •  
 

Keywords

efflurage, petrissage, sport massage, penurunan perasaan lelah, decreased feeling of fatigue

Document Type

Article

Abstract

Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada pengkajian berikut: (1) untuk menurunkan perasaan lelah pasca latihan mahasiswa UKM pencak silat Tapak Suci di UMKT, (2) melakukan analisis dan uji coba teknik efflurage dan pettrisage terhadap penurunan perasaan lelah. Jenis pendekatan penelitian ini merupakan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif di UKM Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil data yang diperoleh ada pengaruh teknik efflurage terhadap perasaan lelah pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT. Hasil data ini membuktikan bahwa pengaruh teknik efflurage dan teknik petrissage terhadap penurunan perasaan lelah pasca latihan pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT.

Effect of effleurage and petrissage techniques on feeling decreased tired after training of Pencak Silat

Abstract

The purpose of this study is focused on the following assessment: (1) to reduce feelings of fatigue after the exercise of Tapak Suci martial arts UKM students at UMKT, (2) to analyze and test effleurage and petrissage techniques for reducing fatigue. This type of research approach is a type of quantitative descriptive approach. The subjects of this study were students who were active in UKM Tapak Suci at Muhammadiyah University of East Kalimantan. Analysis of the data used in this study uses quantitative descriptive analysis techniques. After the data is collected, the data is analyzed using regression analysis. The results of the data obtained that there is an effect of effleurage techniques on fatigue in UKM Tapak Suci Silat in UMKT. The results of this data prove that the effect of effleurage techniques and petrissage techniques on the reduction of post-training fatigue feelings in Pencak Silat Tapak Suci UKM at UMKT.

Page Range

1-8

Issue

1

Volume

8

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jk.v8i1.30572

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/30572

References

Ananto, D. P. (2017). Pengaruh massage teknik effleurage terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kalirejo Kabupaten Purworejo. Ilmu Keolahragaan, 1(1), 1-6. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/ikora/article/viewFile/7521/7156

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Arovah, N. lntan. (2010). Masase dan prestasi atlet. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 6(2), 116-122. https://doi.org/10.21831/jorpres.v6i2.10338

Best, T. M., Hunter, R., Wilcox, A., & Haq, F. (2008). Effectiveness of sports massage for recovery of skeletal muscle from strenuous exercise. Clinical Journal of Sport Medicine : Official Journal of the Canadian Academy of Sport Medicine, 18(5), 446-460. https://doi.org/10.1097/JSM.0b013e31818837a1

Bompa, T. O., & Haff, G. (2009). Periodization: Theory and methodology of training. Human Kinetics.

Callaghan, M. J. (1993). The role of massage in the management of the athlete: a review. British Journal of Sports Medicine, 27(1), 28-33. https://doi.org/10.1136/bjsm.27.1.28

Ekowati, R., Wahjuni, E. S., & Alifa, A. (2012). Efek teknik masase effleurage pada abdomen terhadap penurunan intensitas nyeri pada disminore primer mahasiswi PSIK FKUB Malang. Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.

Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu faal olahraga (fisiologi olahraga). Remaja Rosdakarya.

Goats, G. C. (1994). Massage--the scientific basis of an ancient art: Part 1. The techniques. British Journal of Sports Medicine, 28(3), 149-152. https://doi.org/10.1136/bjsm.28.3.149

Graha, A. S., & Priyonoadi, B. (2009). Terapi masase frirage penatalaksanaan cedera pada anggota tubuh bagian atas. Universitas Negeri Yogyakarta.

Hadi, S. (1991). Analisis butir untuk instrumen. Andi Offset.

Handayani, R., Winarni, W., & Sadiyanto, S. (2013). Pengaruh massage effleurage terhadap pengurangan intensitas nyeri persalinan kala i fase aktif pada primipara di RSIA Bunda Arif Purwokerto tahun 2011. Jurnal Kebidanan, 5(2). https://doi.org/10.35872/jurkeb.v5i2.114

Hatta, H. W. S., & Widodo, A. (2019). Pengaruh masase terhadap penurunan asam laktat setelah melakukan latihan kekuatan (Studi pada siswa kelas XII SMA Negeri Kota 1 Mojokerto). Jurnal Kesehatan Olahraga, 8(1). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-kesehatan-olahraga/article/view/30610

Kusumawardhana, B. (2016). Menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe-2 melalui latihan aerobic low impact dan ritmis. Jendela Olahraga, 1(1 Juli).

Kuswanto, C. W. (2016). Penyusunan tes fisik atlet pencak silat dewasa kategori tanding. Jurnal Keolahragaan, 4(2), 145. https://doi.org/10.21831/jk.v4i2.6423

Lubis, J. (2004). Pencak silat: Panduan praktis. RajaGrafindo Persada.

Priyonoadi, B. (2008). Sport massage. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Purnama, R. D., & Graha, A. S. (2019). Efektifitas masase dan terapi latihan fleksibilitas terhadap pemulihan rasa nyeri dan kelentukan extremitas bawah pada kiper. Massage for Sport Therapy and Injury, 1(1), 1-6. https://doi.org/10.33292/mastri.v1i1.4

Purnomo, M. (2011). Asam laktat dan aktivitas sod eritrosit pada fase pemulihan setelah latihan submaksimal. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.15294/miki.v1i2.2031

Purwanti, S. (2013). Analisis perbedaan terapi dismenorhea dengan metode effleruage, kneading, dan yoga dalam mengatasi dismenorhea. Jurnal Kebidanan, 5(01), 10. https://doi.org/10.35872/jurkeb.v5i2.106

Robertson, A., Watt, J. M., & Galloway, S. D. R. (2004). Effects of leg massage on recovery from high intensity cycling exercise. British Journal of Sports Medicine, 38(2), 173-176. https://doi.org/10.1136/bjsm.2002.003186

Saputro, G. E., Hanief, Y. N., Herpandika, R. P., & Saputro, D. P. (2018). Modul tutorial sebagai media pembelajaran pencak silat untuk siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Keolahragaan, 6(2), 130-138. https://doi.org/10.21831/jk.v0i0.21099

Sherwood, L. (2015). Fisiologi manusia: Dari sel ke sistem (D. R. Herman Octavius Ong, Albertus Agung Mahode (ed.); 8th ed.). EGC.

Smith, L. L., Fulmer, M. G., Holbert, D., McCammon, M. R., Houmard, J. A., Frazer, D. D., Nsien, E., & Israel, R. G. (1994). The impact of a repeated bout of eccentric exercise on muscular strength, muscle soreness and creatine kinase. British Journal of Sports Medicine, 28(4), 267-271. https://doi.org/10.1136/bjsm.28.4.267

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Sukadiyanto, S., & Muluk, D. (2011). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Lubuk Agung.

Sumiati, E., Sepriana, C., Agatha, M. Y., & Oktviani, D. (2017). Pengaruh pemberian massage petrissage terhadap penurunan dismenorea pada siswi MAN 2 Sumbawa Besar. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 3(1), 80-86. http://128.199.127.86/e-journal/index.php/JPRI/article/view/67

Yudiansyah, Y. (2015). Perbedaan pengaruh latihan fisik aerobik dengan latihan fisik anaerobik terhadap aktivitas creatine kinase (CK) pada otot jantung tikus (rattus norvegicus) galur wistar. Masker Medika, 3(1), 53-63. http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/213

Share

COinS