•  
  •  
 

Keywords

pengembangan, model pembelajaran lempar lembing

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran lempar lembing untuk siswa SMP yang layak digunakan. Model pembelajaran yang dikembangkan diharapkan untuk digunakan guru SMP sebagai salah satu bentuk pembelajaran lempar lembing yang baik dan efektif. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan sebagai berikut: (1) studi pendahuluan, (2) analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (draf produk), (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7) diseminasi produk hasil pengembangan. Uji coba skala kecil dilakukan 20 siswa terhadap siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Karangnongko Klaten. Uji coba skala besar dilakukan terhadap 60 siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Karangnongko dan SMP Negeri 1 Kemalang Klaten. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa buku panduan dan CD model pembelajaran lempar lembing untuk siswa SMP, yang berisikan sepuluh model permainan, yaitu permainan: (1) kasvol; (2) bola estafet; (3) target papan; (4) target bola; (5) lempar angka; (6) perang bola; (7) parsim; (8) tardus; (9) pahsim, dan (10) pahdus. Dari hasil penilaian para ahli materi, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran lempar lembing yang disusun sangat baik dan efektif, sehingga layak digunakan untuk pembelajaran lempar lembing pada siswa SMP.

Kata kunci: pengembangan, model pembelajaran lempar lembing

DEVELOPING A JAVELIN THROWING TEACHING MODEL FOR SECONDARY SCHOOL STUDENTS

Abstract

This research aims to produce a javelin throwing teaching model for junior high school students. This javelin throwing teaching model is expected to be used by teacher as a form of good and effective javelin throwing teaching. This research and development was conducted by adapting the steps of research development including: (1) preliminary study, (2) analysis of the gathered information, (3) developing the initial product, (4) expert's validation and revision, (5) small scale trials and revision, (6) large-scale field trial and revision, and (7) dissemination of the product. The small scale trial was conducted in Karangnongko Klaten 2 State Junior High School with 20 second grade students. The large scale trial was conducted in Karangnongko Klaten 1 State Junior High School and Kemalang Klaten 1 State Junior High School with 60 second grade students The data were analysed using the descriptive quantitative and descriptive qualitative analyses The product of this research is a guide book and CD of javelin throwing teaching model for junior high school students, which contain ten games models, namely, the game model of: (1) kasvol; (2) relay; (3) board target; (4) ball target; (5) figures throwing; (6) ball war; (7) parsim; (8) tardus; (9) pahsim, and (10) pahdus. From the assessment of the subject-matter experts evaluation, it can be concluded that the developed javelin throwing teaching model is a good effective and feasible for the teaching of javelin throwing to junior high school students. Keywords: development, javelin throwing teaching model

Page Range

127 - 138

Issue

2

Volume

3

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jk.v3i2.6224

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/6224

References

Achroni, K. (2012). Mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui permainan tradisional. Yogyakarta: Javalitera.

Azwar, Saifudin. (2005). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bahagia, Yoyo dkk. (2000). Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Behr, A. K, Rodger, S., & Mickan, S. (2013). A comparison of the play skills of preschool children with and without developmental coordination disorder. American Occupational Therapy Foundation, 33, pp.198-208.

Borg, W.R., Gall, J.P., & Gall, M.D. (2003). Educational research and introduction, seventh edition. New York: Longman.

Husdarta & Saputra, Y. M. (2000). Perkem-bangan peserta didik. Depdiknas

IAAF. (2000). Guidelines for teaching run jump throw. England: Hopf/MH/NS IFS Gottingen

IRP British Colombia. (2007). Introdution to physical education 8 to 10. Diambil pada tanggal 20 Maret 2014, pada http://proquest.umi.com/pqdweb.

Jihad, Asep & Haris, Abdul. (2009). Evaluasi pembelajaran. Jakarta: Multi Pressindo.

Lutan, Rusli. (2001). Mengajar pendidikan jasmani, pendekatan pendidikan gerak di sekolah dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Moleong, L.J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev). Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Muhajir. (2004). Pendidikan jasmani teori dan praktek SMA. Jakarta: Erlangga.

Mulyadi, S. (2004). Bermain dan kreativitas (Upaya mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan bermain). Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Pahalawidi, Cukup. (2007). Pembinaan olah-raga prestasi cabang atletik usia dini. Jurnal Olahraga Prestasi. Volume 3. Nomor 1.

Purnomo, Edi & Dapan. (2011). Dasar-dasar gerak atletik. Yogyakarta: Alfamedia

Rahyubi, Heri. (2012). Teori-teori belajar dan aplikasi pembelajaran motorik deskrip-si dan tinjauan kritis. Bandung: Nusa Media.

Republik Indonesia. (2005) .Undang-undang RI Nomor 3, Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Rosdiani. (2012). Model pembelajaran lang-sung dalam pendidikan jasmani dan kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Sagala, Syaiful. (2012). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Sukadiyanto. (2008). Peranan pendidikan jasmani terhadap perkembangan otak. Makalah. SMAN 1 Yogyakarta

Susworo, A. D. (2010). Model pembelajaran pendidikan jasmani berbasis kompetisi. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 7, pp.41-49.

Tedjasaputra, Maykes S. (2005). Bermain, mainan dan permainan untuk pendidikan usia dini. Jakarta: Grasindo.

Winendra, dkk. (2002). Atletik. Jakarta: Insan Madani.

Share

COinS