•  
  •  
 

Document Type

Article

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara metode drill dan metode strokes terhadap keterampilan bermain bulutangkis atlet tingkat pemula, (2) perbedaan pening-katan keterampilan bermain bulutangkis antar atlet yang memiliki kelincahan tinggi dan kelincahan rendah, (3) interaksi antara metode latihan dan kelincahan terhadap keterampilan bermain bulutangkis atlet tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah atletklub PB. Manunggal, PB. Natura dan PB. Surya Mataram yang berjumlah 46 atlet. Besarnya sampel yang diambil sebanyak 24 atlet. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan Uji t dan ANAVA. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode drill dan metode strokes terhadap peningkatan keterampilan bermain bulutangkis, (2) ada perbedaan keterampilan bermain bulutangkis atlet pemula yang memiliki kelincahan tinggi dan kelincahan rendah, (3) tidak ada interaksi antara metode latihan dan kelincahan terhadap keterampilan bermain bulutangkis atlet tingkat pemula.

Kata Kunci: metode drill, metode strokes, kelincahan, bulutangkis

Page Range

145-154

Issue

2

Volume

2

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/jk.v2i2.2610

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/2610

References

Agus Susworo Dwi M. (2005). Keterampilan mahasiswa dalam memukul pada olahraga softball. Majalah Ilmiah Olahraga, ISSN 0853-2273, Volume 11, April 2005, TH. XI, No. 1. Halaman 99-116. Yogyakarta. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta. Ary, Donald., Jacobs, Luchy C., Razavieh, Asghar. (2007). Pengantar penelitian dalam pendidikan. (Terjemahan Arief Furchan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Birch, K., MacLaren, D., & George, K. (2005). Sport & exercise physiology. New York: Madison Avenue NY 10016. USA Bompa, O. Tudor and G. Gregorry Haff. (2009). Periodization: theory and methodology of training. New York. United State of America. Davis, Pat. (1996). Play the game badminton. London. Blandford: Wellington house. 125 Strand. Irianto, Djoko Pekik. (2002). Dasar kepelatihan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Ismaryati. (2008). Peningkatan kelincahan atlet melalui penggunaan metode kombinasi latihan sirkuit, pliometrik dan berat badan. Jurnal. PAEDAGOGIA, Jilid 11, Nomor 1, Februari 2008, halaman 74-79. Miller, David Keith. (2002). Measurement by the physical educator: why and how. University of North Carolina at Wilmington. Mc Graw Hill. PP. PBSI. (2001). Pedoman praktis bermain bulutangkis. Jakarta: PP. PBSI. PP. PBSI. (2012). Sistem ranking PBSI. Jakarta: PP. PBSI. Purnama, Sapta Kunto. (2010). Kepelatihan bulutangkis modern. Surakarta: Yuma Pustaka. Subarjah, Herman. (2011). Permainan bulutangkis. Bandung: CV. Bintang Warli Artika. Sukadiyanto. (2005). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Sutrisna, Budi., & Khafadi, Muhammad Bazin. (2010). Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan 2. Jakarta. CV. Putra Nugraha. Di ambil dari: http://www.scribd.com/doc/104170779/BukuBse-belajarOnlineGratis-com-Penjaskes2-Smp-Mts-VIII-Budi-1. Widiastuti. (2011). Tes dan pengukuran olahraga. Jakarta Timur: PT. Bumi Timur Jaya.

Share

COinS