•  
  •  
 

Keywords

Pemetaan, Kompetensi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, SMK

Document Type

Article

Abstract

Kebutuhan kompetensi di era digital lebih khusus di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membutuhkan tenaga kerja professional di bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satu bidang keahlian di SMK adalah bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemetaan kompetensi lulusan SMK TIK di Kota Makassar dan peluang kerja lulusan TIK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data diperoleh dengan mengumpulkan data hasil uji kompetensi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah kompetensi rekayasa perangkat lunak berada pada kategori sangat tinggi yakni 20.5%, Kategori tinggi pada program keahlian teknologi komputer dan jaringan 52.3%. kategori cukup pada program teknologi komputer dan jaringan 43.1%, kategori rendah paling besar pada program keahlian rekayasa perangkat lunak 26.4%. Peluang kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan stakeholder bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi diperoleh bahwa peluang kerja lulusan SMK bidang keahlian TIK di Kota Makassar yaitu di industri lokal sangat tinggi yakni 60 %, di industri nasional adalah kategori sangat tinggi 40 %, di industri international kategori tinggi 80%, Peluang kerja lulusan untuk berwirausaha adalah kategori sangat tinggi 80%, dan peluang siswa untuk studi lanjut S1/D3 adalah dikategorikan sangat tinggi 40%

First Page

149

Last Page

155

Page Range

149-155

Issue

2

Volume

2

Digital Object Identifier (DOI)

10.21831/elinvo.v2i2.17308

Source

https://journal.uny.ac.id/index.php/elinvo/article/view/17308

References

Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI No.20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19, Tahun 2005, tentang Standar Pendidikan Nasional.

Depdiknas. 2007. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Depdiknas. 2008. Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 251/C/KEP/MN/2008, tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

Depdiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 23 Tahun 2006, Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Dikti. 2011. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (IQF) Kajian tentang Implikasi dan Strategi Implementasi KKNI. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Haolader, Faruque A, Kasagga Usama. 2012. ICT Competence of TVET Trainee-Teachers: a case study in Islamic University of Technology. International Journal of Engineering Research & Technology. Jurnal Versi digital. www.ijert.org(diakses tanggal 10 Mei 2016)

Irwanti,Yoanita D. 2014. Evaluasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Siswa Keahlian Multimedia di SMK Se-Kota Yogyakarta. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Maclean, R. & Wilson, D . 2009. International handbook of education for the changing world of work, bridging academic and vocational learning. Bonn: Springer.

Mendikbud. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada Smp/Mts atau yang Sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang Sederajat.

Mendikbud. 2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

EndangMulyatiningsih. 2011. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung:Penerbit Alfabeta.

Nurcahyanie, Yunita D, dkk. 2012. Kajian Ketimpangan Permintaan Industri dan Pasokan Pendidikan Wilayah Kota Makassar[versi digital]. http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33668288/PROSIDING_INCETA_UNIPA_2013.docx (diakses tanggal 10 Mei 2016)Pavlova, M. 2009. Technology and vocational education for sustainable development. Queensland: Spinger.

Prawiro. 2012. Pemetaan Kompetensi-Kompetensi Di Dunia Kerja Bidang Mekanik Otomotif Roda Dua. Prosiding Seminar Nasional. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/538 (versi online diakses tanggal 2 Mei 2016).

Sudira, P. 2012. Filosofi & teori pendidikan vokasi dan kejuruan. Yogyakarta: UNY Press.

Sugiyono. 2013. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2007. Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

United Nations Educational, Scientific And Cultural Organization, (2003). The use of icts in technical and vocational education and training, analytical survey. Moscow: UNESCO

Share

COinS